JAKARTA, DAILYKOTA – Memasuki awal Oktober 2026, kondisi cuaca ekstrem Oktober 2026 di Indonesia diprediksi tidak seragam, di mana sebagian besar wilayah masih dilanda kekeringan, sementara beberapa daerah berpotensi mengalami hujan lebat secara lokal. Situasi ini menuntut kewaspadaan ganda dari masyarakat dan pemerintah.

Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga Dasarian II September 2026 menunjukkan banyak wilayah mengalami periode kering yang panjang hingga ekstrem. Sebanyak 1.474 titik di seluruh Indonesia tercatat dalam kategori kekeringan ekstrem panjang.

Kondisi kering ini secara signifikan meningkatkan risiko dan lahan (Karhutla). Hingga 30 September 2026, teridentifikasi 159 titik panas di Sumatera, 193 titik di Kalimantan, serta 322 titik di dan Maluku. Kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem Oktober 2026 sangat diperlukan.

Meskipun demikian, hujan deras tetap terjadi di sejumlah daerah. Pada 28–30 September, intensitas hujan tinggi tercatat di Papua Tengah, Papua, , Sumatera Utara, Banten, Jambi, dan Papua Barat.

Wilayah Jabodetabek juga tidak luput dari hujan lebat. Kabupaten Bogor mencatat curah hujan 96,1 milimeter per hari, sementara Kota Tangerang Selatan mencapai 70 milimeter per hari dalam periode yang sama. Fenomena ini menunjukkan pola cuaca ekstrem Oktober 2026 yang tidak merata.

Kondisi atmosfer Indonesia di awal Oktober masih dipengaruhi oleh faktor global dan regional. El Niño dan IOD positif berkontribusi pada kondisi yang lebih kering, namun aktivitas gelombang atmosfer, suhu muka laut yang hangat, dan daerah konvergensi dapat memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah tertentu.

Untuk Dasarian I Oktober, sekitar ,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan memperoleh curah hujan kategori rendah (0–50 milimeter per dasarian). Sementara 19,99 persen berada pada kategori menengah dan hanya 0,36 persen pada kategori tinggi. Prediksi cuaca ekstrem Oktober 2026 ini perlu menjadi perhatian.

Artinya, kondisi kering masih akan mendominasi banyak wilayah. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang bisa terjadi secara lokal dan tidak merata, sejalan dengan karakteristik cuaca ekstrem Oktober 2026.

Pada 2–4 Oktober, peningkatan intensitas hujan sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua. Hujan lebat hingga sangat lebat juga perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Utara, , Jawa Barat, dan Papua Pegunungan.

Sementara pada 5–8 Oktober, potensi peningkatan hujan sedang masih ada di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, , Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Tengah. Papua Pegunungan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Masyarakat di wilayah kering diimbau untuk menghemat air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap hutan dan lahan. Sebaliknya, masyarakat di daerah yang berpotensi hujan lebat perlu mewaspadai genangan, , petir, dan angin kencang.

Informasi prakiraan dan cuaca sebaiknya dipantau melalui kanal resmi , termasuk laman, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial @infobmkg, untuk mendapatkan informasi terkini tentang cuaca ekstrem Oktober 2026.***