dailykota.com PALU – Wakil Sulawesi Tengah, A. Lamadjido, menegaskan bahwa harus di mulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Penegasan itu di sampaikan saat membuka Pra Tematik Stunting Tahun 2026 di Kantor Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa, 7 2026.

Menurut . Reny, periode 1.000 HPK merupakan fase paling menentukan dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia karena pertumbuhan otak dan fisik anak berlangsung sangat cepat pada masa tersebut.

“Jika anak tumbuh optimal pada fase ini, maka potensi kecerdasannya juga berkembang maksimal. Sebaliknya, jika terabaikan, dampaknya bisa berlangsung seumur hidup,” jelasnya.

dr. Reny menekankan bahwa stunting bukan , melainkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga harus di dukung pola asuh yang baik serta lingkungan yang sehat.

Selain itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan dan pemerintah daerah memastikan kualitas tetap akurat. Menurutnya, kesalahan dalam pengukuran akan berdampak langsung terhadap kebijakan dan program yang disusun pemerintah.

“Data yang akurat menjadi dasar utama dalam menentukan langkah intervensi. Karena itu, proses pengukuran harus di lakukan dengan benar,” tegasnya.

Wagub juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari kesehatan, , hingga sanitasi lingkungan, agar upaya pencegahan stunting berjalan lebih efektif.

“Penanganan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi Sulawesi Tengah yang sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.