LONDON, DAILYKOTA – Pangeran Saudi Tewas Overdosis alkohol dan di sebuah mewah di London, Inggris. Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud (29) dunia pada 25 November 2025 setelah mengalami henti jantung mendadak akibat mengonsumsi berbagai zat berbahaya. Ia ditemukan oleh petugas kebersihan di kamar mandi Hotel Marriott Kensington, dengan hasil koroner diumumkan pada 24-29 Juli 2026.

Kematian tragis Pangeran Saudi Tewas Overdosis ini terjadi setelah ia mengonsumsi campuran alkohol, obat penenang (Xanax), GHB, ganja, dan obat anticemas. Kadar alkohol dalam darahnya mencapai 222 mg/100 ml, hampir tiga kali lipat batas legal di Inggris. Petugas kebersihan menemukannya di kamar mandi Hotel Marriott Kensington, pintu terkunci dari dalam, dan tim medis darurat tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Pangeran Abdullah diketahui memiliki riwayat panjang kecanduan alkohol dan obat penenang. Ia sempat menjalani detoksifikasi di Priory Clinic Roehampton dengan biaya fantastis 35.000 poundsterling atau sekitar Rp 837,4 juta per minggu. Meskipun upaya dilakukan, Pangeran Saudi Tewas Overdosis tetap terjadi setelah ia sempat dipulangkan dari fasilitas tersebut.

Sebelum insiden ini, sang Pangeran sempat menjalani perawatan untuk detoksifikasi alkohol, benzodiazepin, dan pregabalin. Menurut . Victoria Chamorro, Psikiater Konsultan di Priory Group, Pangeran Abdullah dinilai tidak berisiko bunuh diri saat dipulangkan. Rekaman CCTV terakhir juga menunjukkan Pangeran Abdullah keluar kamar untuk merokok pada malam sebelum kematiannya.

“Ia suportif dan baik kepada teman-temannya, menjalin pertemanan. Ia dinilai memiliki gejala suasana hati yang rendah dan kecemasan saat masuk. Ketika dipulangkan, ia dianggap tidak berisiko bunuh diri,” kata Dr. Victoria Chamorro, Psikiater Konsultan di Priory Clinic.

Hasil post-mortem tidak menemukan adanya penyakit kronis, menegaskan bahwa kematian Pangeran Abdullah murni disebabkan oleh overdosis. Koroner Inggris secara tegas menyatakan bahwa tidak ada indikasi tindakan pidana maupun dugaan bunuh diri dalam kasus kematian Pangeran Saudi Tewas Overdosis ini.

“Kematian Pangeran Abdullah dipicu oleh serangan jantung mendadak akibat kombinasi alkohol dan . Tidak ada indikasi tindakan bunuh diri maupun keterlibatan orang lain,” kata Pernyataan Koroner Inner West London.

Abdullah bin Fahad merupakan anggota keluarga kerajaan dari garis keturunan Al Jalawi, salah satu cabang penting keluarga kerajaan Saudi. Meskipun memiliki latar belakang bangsawan, ia tidak pernah menduduki jabatan resmi. Kasus kematian Pangeran Saudi Tewas Overdosis ini menyoroti sisi gelap kehidupan bangsawan muda yang bergulat dengan kecanduan, meskipun memiliki akses ke perawatan termahal sekalipun.