, DAILYKOTA – Meta Platforms Inc., induk raksasa media sosial, resmi meluncurkan fitur Facebook Verified secara bertahap mulai 27 Juli 2026 secara global, termasuk Indonesia. Fitur ini hadir sebagai pembeda akun manusia asli dari bot atau kecerdasan buatan, berbeda jauh dengan Meta Verified berbayar yang telah lebih dulu tersedia sejak dan menyasar publik figur serta kreator konten.

Peluncuran Facebook Verified ini merupakan langkah strategis Meta untuk mengatasi maraknya akun palsu dan konten buatan yang meresahkan pengguna. Lencana centang hitam atau putih akan muncul di profil pengguna, Marketplace, Dating, Groups, dan segera juga di Feed, menandakan bahwa akun tersebut telah melewati proses verifikasi video selfie sederhana.

Untuk mendapatkan lencana Facebook Verified, pengguna diwajibkan berusia minimal 18 tahun, memiliki rekam jejak yang baik, dan tidak melanggar Standar Komunitas Meta. Proses verifikasinya melibatkan pencocokan video selfie pengguna dengan foto profil mereka, memastikan identitas asli di balik akun.

Berbeda dengan layanan gratis ini, Meta Verified tetap menjadi fitur premium berbayar dengan biaya sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 per bulan di Indonesia. Lencana centang biru ini memberikan perlindungan ekstra dari akun tiruan, prioritas dukungan pelanggan, dan peningkatan visibilitas konten, cocok untuk kreator atau bisnis yang membutuhkan manfaat lebih.

“Facebook Verified merupakan lencana gratis yang bertujuan mengonfirmasi bahwa akun tersebut benar-benar dimiliki oleh orang sungguhan,” kata perwakilan Meta Platforms Inc. dalam blog resminya pada Juli 2026. Penegasan ini menggarisbawahi fokus utama fitur baru tersebut.

Sementara itu, Meta juga menjelaskan kembali posisi Meta Verified. “Meta Verified memberikan perlindungan ekstra dari akun tiruan dan akses prioritas ke layanan pelanggan,” tambahnya, menunjukkan bahwa kedua layanan ini memiliki tujuan yang berbeda namun saling melengkapi dalam ekosistem platform.

Meskipun lencana Facebook Verified hadir gratis, penting untuk diingat bahwa itu bukan jaminan kredibilitas penuh, melainkan hanya tanda bahwa akun tersebut dioperasikan oleh manusia. Adapun Meta Verified lebih menargetkan pengguna yang mencari perlindungan identitas dan peningkatan jangkauan profesional.*/hn