, DAILYKOTA produksi kenamaan BASE Entertainment siap meluncurkan Paket Santet pada pertengahan tahun 2026. Film berdurasi 98 menit ini mengusung genre horor psikologis dengan sentuhan mistik tradisional Indonesia, menjanjikan teror yang relevan dengan budaya lokal namun tetap global.

Disutradarai oleh Dinna Jasanti dan diproduseri oleh Shanty Harmayn, Tanya Yuson, serta Aoura Lovenson, film horor Paket Santet ini dibintangi oleh deretan muda berbakat seperti Fatih Unru, Yasamin Jasem, Gabriella Ekaputri, Fadly Faisal, Fiki Naki, Farandika, dan Azela Putri. Kisah film ini berpusat pada sebuah paket misterius tanpa pengirim yang membawa kutukan mengerikan bagi siapa pun yang menerimanya, memicu rentetan teror dan kematian satu per satu.

Film horor Paket Santet ini tidak hanya sekadar menyuguhkan adegan menakutkan, tetapi juga mengangkat tema refleksi sosial. Fenomena mistik santet yang masih dipercaya sebagian masyarakat dikemas dengan pendekatan modern. BASE Entertainment, yang sebelumnya sukses dengan film-film seperti Impetigore dan Perempuan Tanah Jahanam, diperkirakan menginvestasikan Rp25–30 miliar untuk produksi dan distribusinya.

“Paket Santet bukan sekadar film horor, tetapi juga refleksi tentang bagaimana rasa takut bisa menguasai hidup manusia. Kutukan dalam film ini adalah metafora dari trauma dan rasa bersalah yang tidak pernah selesai,” kata Dinna Jasanti, Sutradara.

Shanty Harmayn, Produser, menambahkan bahwa timnya ingin menghadirkan horor yang relevan dengan budaya Indonesia, namun tetap bisa dinikmati penonton internasional. “Santet adalah bagian dari folklore yang kami kemas dengan pendekatan sinematik modern,” ujarnya.

Fatih Unru, pemeran utama dalam film horor Paket Santet, mengungkapkan tantangan dalam perannya. “Peran saya menuntut untuk menghadapi ketakutan yang sangat personal. Paket misterius itu bukan hanya ancaman fisik, tetapi juga ancaman psikologis bagi karakter yang saya mainkan,” jelas Fatih.

Produksi film horor Paket Santet ini menargetkan generasi muda dan penggemar horor, baik lokal maupun internasional. Dengan tren industri film horor Indonesia yang terus meningkat, kehadiran film ini diharapkan memperkaya khazanah horor Tanah Air dan memperluas jangkauannya ke global.