PALU, DAILYKOTA – Persoalan dan akses pendidikan menjadi aspirasi utama warga Kelurahan Balaroa, Kecamatan , saat mengikuti reses Caturwulan II Tahun 2026 yang digelar Anggota H. DG. Gani di Jalan Manggis, Kamis (20/8/2026). Puluhan warga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait drainase yang menjadi penyebab genangan air ketika hujan deras.

Keluhan mengenai drainase Balaroa berasal dari warga Jalan Bayam Lorong I yang sering mengalami genangan air. Mereka menilai kondisi saluran air yang sudah tidak layak menjadi salah satu faktor memperparah masalah banjir di lingkungan mereka. Warga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi drainase tersebut agar dapat diperbaiki dengan segera.

Menanggapi masalah drainase Balaroa, Nasir mengatakan bahwa kendala perbaikan berasal dari pagar milik warga yang berdiri di atas saluran drainase. Menurut dia, diperlukan kesepakatan antara warga dan pemilik pagar agar saluran dapat diperbaiki dengan optimal.

‘Jika ingin diperbaiki, maka masyarakat tersebut harus membuat kesepakatan untuk pagarnya dibongkar. Karena jika tidak ada masyarakat yang mau membongkar pagar, maka drainase itu tidak bisa diperbaiki,’ jelas H. Nasir DG. Gani, Anggota DPRD Kota .

Nasir berharap persoalan drainase di Balaroa dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kesepakatan warga sehingga pemerintah memiliki ruang untuk melakukan penanganan terhadap saluran air tersebut. Pihaknya juga menekankan pentingnya antara pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.

Selain persoalan banjir, sektor pendidikan menjadi perhatian warga Balaroa yang hadir dalam reses. Mereka mempertanyakan mekanisme penyaluran Indonesia Pintar (PIP) serta program Cerdas’ yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Nasir menjelaskan bahwa program ‘Berani Cerdas’ merupakan inisiatif provinsi sehingga informasi mengenai persyaratan dan mekanisme penyalurannya perlu dikonfirmasi kepada instansi yang memiliki kewenangan. Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palu, Taufik, memberikan penjelasan kepada warga terkait mekanisme pengusulan PIP.

Aspirasi lain yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan keamanan lingkungan. Warga meminta pengadaan pos ronda di kawasan tempat tinggal mereka untuk mendukung sistem keamanan bersama. Menanggapi permintaan tersebut, Nasir meminta ketua RT setempat terlebih dahulu menyampaikan surat permohonan kepada lurah.

Nasir menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses akan dicatat sebagai bahan perjuangan di DPRD Kota Palu. Reses tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara anggota DPRD dan konstituen, tetapi juga sarana untuk mengetahui secara langsung persoalan yang terjadi di masyarakat.

Aspirasi warga akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah, kebutuhan masyarakat, serta mekanisme penganggaran yang berlaku. Kegiatan reses tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas DPRD Kota Palu untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Turut di hadiri perwakilan Kota Palu, Taufik, serta Koordinator Dapil IV Palu Barat-Ulujadi, A. Agustiartie Fitriyani, T. Degrita M.K. Tobigo, dan pendamping Donil serta Dasril. hn