BANGGAI, DAILYKOTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah serius menyiapkan Brigade Pertanian atau Brigade Alsintan Sulteng sebagai pusat layanan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan produktivitas petani secara signifikan dan menarik minat generasi muda pada sektor tersebut.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan bahwa Brigade Pertanian ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menghadirkan teknologi yang lebih mudah diakses oleh para petani, termasuk generasi milenial. Dengan adanya Brigade Alsintan Sulteng, diharapkan sektor pertanian dapat menjadi lebih menarik dan efisien.
“Yang masih kurang sesungguhnya adalah modernisasi pertanian. Kita ingin anak-anak muda tertarik menjadi petani. Karena itu kita dorong petani milenial,” kata Anwar Hafid saat menghadiri Gerakan Percepatan Panen Padi “Berani Panen Raya” di Desa Rusa Kencana, Kecamatan Toili Raya, Kabupaten Banggai, Selasa, 29/09.
Brigade Alsintan Sulteng nantinya akan diperkuat dengan berbagai jenis alsintan canggih. Peralatan yang disiapkan meliputi traktor roda dua dan roda empat, mesin panen, hingga drone yang dapat digunakan untuk pemupukan dan penyemprotan tanaman. Ketersediaan Brigade Alsintan Sulteng ini diharapkan dapat mengubah wajah pertanian daerah.
Pengadaan alat pertanian ini akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus awal di kawasan pertanian Banggai Bersaudara dan Kabupaten Parigi Moutong. Implementasi Brigade Alsintan Sulteng ini akan dimulai dari wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertanian besar.
Berbeda dengan pola bantuan hibah, pemerintah akan menerapkan skema pinjam pakai untuk Brigade Alsintan Sulteng ini. Mekanisme tersebut memastikan petani tetap dapat menggunakan alat pertanian yang modern, sementara pemerintah memiliki kewenangan untuk memastikan pemeliharaan dan perbaikan alsintan secara berkelanjutan. Skema ini mendukung keberlanjutan Brigade Alsintan Sulteng.
“Bukan tidak diberikan kepada petani. Tetap untuk petani, tetapi mekanismenya pinjam pakai. Kalau rusak, pemerintah masih bisa memperbaikinya,” ujarnya.
Anwar Hafid menilai bahwa penerapan teknologi pertanian tidak cukup hanya dengan penyediaan alat. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan sarana produksi dan dukungan terhadap harga hasil panen agar peningkatan produktivitas yang dihasilkan Brigade Alsintan Sulteng dapat memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi petani.
Melalui penguatan mekanisasi pertanian oleh Brigade Alsintan Sulteng, Gubernur berharap potensi lahan di Sulawesi Tengah dapat dioptimalkan. Hal ini mendukung target daerah untuk menjadi salah satu penyangga pangan nasional dan mewujudkan cita-cita Sulawesi Tengah sebagai lumbung pangan.
“Cita-cita kita bagaimana memajukan pertanian di Sulawesi Tengah. Kita mau menjadi lumbung pangan,” kata Anwar Hafid.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan alsintan berupa combine harvester dan bibit padi kepada sejumlah kelompok tani. Penyerahan bantuan ini dirangkaikan dengan acara panen raya sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap pertanian modern dan Brigade Alsintan Sulteng.