JAKARTA, DAILYKOTA – Yura Yunita rilis lagu Pertiwi pada awal September 2026, sebuah karya yang langsung menyita perhatian publik dengan pesan kuat tentang cinta tanah air, keberagaman, dan kekuatan perempuan Indonesia. Lagu ini perdana diperkenalkan dalam rangkaian penampilannya di Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, sebelum didistribusikan secara digital ke berbagai platform musik.
Lagu “Pertiwi” dikemas dalam genre pop-soul dengan sentuhan etnik Nusantara, berdurasi sekitar 4 menit 12 detik. Yura Yunita rilis lagu Pertiwi ini melalui label rekaman independen Yura Music, dengan produksi yang digarap apik bersama produser musik kenamaan, Ari Renaldi, di studionya di Bandung.
Sejak pertama kali diluncurkan, respon publik terhadap lagu ini sangat positif. Yura Yunita rilis lagu Pertiwi ini dan berhasil meraih 1 juta kali putar dalam 48 jam pertama di Spotify. Tidak hanya itu, video musik “Pertiwi” juga menjadi trending di YouTube Indonesia, mencatat 2,5 juta tampilan dalam waktu 72 jam.
“Lagu Pertiwi adalah surat cinta untuk Indonesia. Aku ingin mengingatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan perempuan punya peran besar dalam menjaga bumi pertiwi,” kata Yura Yunita, penyanyi asal Bandung tersebut.
Ari Renaldi, produser musik yang berkolaborasi dengan Yura, menambahkan bahwa proses produksi lagu ini melibatkan perpaduan modern dan tradisional. “Kami menggabungkan nuansa pop modern dengan instrumen tradisional. Pertiwi bukan hanya lagu, tapi pernyataan identitas,” ujar Ari.
Fenomena lagu “Pertiwi” menunjukkan bahwa musik bertema kebangsaan kembali diminati oleh generasi muda, sebagaimana dicatat oleh BRIN. Yura Yunita rilis lagu Pertiwi ini di saat yang tepat, menginspirasi banyak orang untuk merayakan identitas dan nilai-nilai luhur bangsa. Lagu ini juga telah didaftarkan di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014.
Untuk mengapresiasi animo penggemar, Yura Yunita berencana menggelar tur mini bertajuk “Pertiwi Tour”. Tur ini akan menyambangi kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, dimulai pada Oktober 2026. Keberhasilan Yura Yunita rilis lagu Pertiwi ini juga menjadikannya dipakai sebagai kampanye sosial “Cinta Bumi Pertiwi” oleh berbagai komunitas lingkungan di Jakarta, menandakan dampak luas karya ini di luar industri musik.