, DAILYKOTA – Bulan September 2026 diprediksi akan menjadi bulan yang istimewa bagi para pengamat langit di Indonesia. Berbagai Fenomena Langit September 2026 akan menghiasi angkasa, mulai dari hujan meteor, planet, puncak kecerahan Venus, ekuinoks, hingga kemunculan Harvest Moon.

Fenomena ini dapat diamati oleh masyarakat umum, komunitas astronomi, serta menjadi objek penelitian lembaga seperti Badan Riset dan Nasional (BRIN). Peristiwa-peristiwa ini merupakan hasil dari pergerakan periodik benda langit yang dapat diamati secara visual dari Bumi.

Salah satu peristiwa awal adalah hujan meteor Aurigid yang akan mencapai puncaknya pada 1 September 2026. Hujan meteor ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar enam meteor per jam, berasal dari komet C/1911 N1 (Kiess). Kemudian, pada 9 September, giliran hujan meteor Epsilon-Perseid yang akan puncaknya, dengan sekitar lima meteor per jam. Fenomena Langit September 2026 ini akan bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga visibilitasnya akan optimal.

Parade planet juga akan meramaikan langit September. Pada 6 September, Bulan sabit tua akan tampak berdekatan dengan Mars di rasi Gemini. Dua hari kemudian, pada 8 September, Bulan sabit akan berdekatan dengan Jupiter di rasi Cancer. Peristiwa ini merupakan bagian dari Fenomena Langit September 2026 yang menarik untuk diamati.

Puncak kecerahan Venus akan terjadi pada 18 September, dengan magnitudo mencapai –4,8. Planet Venus akan tampak sangat terang di langit barat setelah matahari terbenam. Ini adalah salah satu momen paling ditunggu dalam Fenomena Langit September 2026.

“Bulan September 2026 membawa sejumlah peristiwa astronomi menarik yang dapat diamati langsung dari wilayah Indonesia,” kata Resa Eka Ayu Sartika, Penulis Sains Kompas.com.

Selanjutnya, pada 23 September, akan terjadi ekuinoks September, di mana Matahari akan melintasi ekuator. Ini menyebabkan siang dan malam memiliki durasi yang hampir sama panjang di seluruh dunia. Fenomena ini menandai pergantian musim astronomis di belahan bumi utara dan selatan.

Puncak kemeriahan Fenomena Langit September 2026 ditutup dengan Harvest Moon pada 26 September. Ini adalah Bulan Purnama yang paling dekat dengan ekuinoks, sehingga akan tampak lebih besar dan terang dari biasanya. Momen ini seringkali menjadi favorit bagi para astrofotografer.

BRIN, sebagai lembaga riset dan inovasi, menyebarkan informasi astronomi berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. BRIN bersama komunitas astronomi amatir Indonesia berencana menggelar acara pengamatan bersama di beberapa kota besar untuk berbagai Fenomena Langit September 2026 ini.

“Fenomena ini membuktikan betapa teraturnya pergerakan benda-benda langit yang mengelilingi tata surya kita,” ujar Mabruri Pudyas Salim dari Liputan6.

Masyarakat dianjurkan untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya, seperti daerah pedesaan, untuk mendapatkan pengalaman visual terbaik. Observasi bisa dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan teleskop sederhana, tergantung pada jenis fenomena dan kondisi cuaca setempat.