, DAILYKOTA – Fenomena Harvest Moon 2026, purnama terdekat dengan ekuinoks September yang tampak lebih besar dan terang, siap menghiasi langit Indonesia pada Sabtu, 26 September 2026. Peristiwa langit yang menawan ini akan mulai terlihat sejak pukul 18.30 WIB hingga dini hari, menjanjikan pemandangan spektakuler bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Harvest Moon 2026 terjadi karena orbit Bulan berada pada posisi terdekat dengan ekuinoks, menyebabkan waktu terbit Bulan lebih cepat dan penampakannya lebih cerah. Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang, teleskop, atau kamera astrofotografi, terutama di area dengan minim polusi cahaya.

Resa Eka Ayu Sartika, Penulis Sains Kompas.com, menjelaskan karakteristik unik fenomena ini.

“Harvest Moon adalah purnama yang paling dekat dengan ekuinoks September, sehingga tampak lebih besar dan terang dibanding purnama biasa,” kata Resa Eka Ayu Sartika.

Pada puncaknya 26 September 2026, Bulan akan berada pada jarak sekitar 357.000 km dari Bumi, jauh lebih dekat dari jarak rata-rata 384.000 km. Kedekatan ini menjadikan diameter tampak Bulan sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan purnama biasa. Waktu terbit Bulan diperkirakan sekitar pukul 18.30 WIB dan akan terbenam sekitar pukul 05.45 WIB.

Mabruri Pudyas Salim dari Liputan6 menambahkan, fenomena Harvest Moon 2026 ini tidak hanya indah tetapi juga sarat makna ilmiah.

“Fenomena ini membuktikan keteraturan orbit Bulan dan Bumi, sekaligus menjadi momen populer untuk astrofotografi,” kata Mabruri Pudyas Salim.

Badan Riset dan Nasional (BRIN) serta komunitas astronomi amatir di Indonesia telah bersiap untuk fenomena Harvest Moon 2026 ini. Mereka berencana menyelenggarakan acara pengamatan publik di beberapa kota besar seperti Jakarta, , dan . Acara ini diharapkan dapat meningkatkan literasi astronomi di kalangan masyarakat.

Tya Eka Yulianti dari detikJabar menyoroti antusiasme publik terhadap Harvest Moon 2026.

“Harvest Moon 2026 akan menghiasi langit Indonesia dengan cahaya Bulan yang lebih terang, menjadi salah satu fenomena langit paling ditunggu,” kata Tya Eka Yulianti.

Fenomena ini bertepatan dengan akhir musim kemarau di Indonesia, meningkatkan peluang langit cerah untuk pengamatan optimal. Fotografer astronomi juga diperkirakan akan memanfaatkan momen ini untuk mengabadikan keindahan Bulan dengan latar belakang landmark perkotaan. Harvest Moon 2026 diprediksi menjadi salah satu purnama paling terang dalam dekade terakhir, menjadikannya kesempatan langka untuk disaksikan.