PALU, DAILYKOTA – Pemerintah mendorong potensi UMKM Sulteng untuk menembus pasar global, dengan kakao dan tuna menjadi komoditas andalan. Peningkatan kapasitas pelaku usaha serta pemenuhan standar ekspor menjadi fokus utama untuk mewujudkan ekspansi pasar internasional.
Dorongan ini mengemuka dalam acara ‘Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Berani Ekspor’ yang diselenggarakan di Hotel Best Western Plus Coco Palu pada Senin, 28/09. Acara tersebut juga dirangkai dengan kunjungan kerja sejumlah pejabat tinggi pemerintah pusat dan daerah.
Sejumlah pejabat penting turut hadir, termasuk Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Pakamundi hadir mewakili Ketua DPRD Sulteng.
Sulawesi Tengah memiliki basis komoditas yang kuat untuk pasar internasional. Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyebut kakao, sarang burung walet, tuna, sidat, kelapa, serta berbagai komoditas pertanian dan perikanan lainnya sebagai potensi besar bagi UMKM Sulteng.
Namun, potensi besar ini memerlukan kesiapan dari sisi mutu, keamanan, kesehatan produk, dan pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan. Hal ini penting agar produk UMKM Sulteng dapat bersaing di kancah global.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa perluasan pasar harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk. Standardisasi dan sistem perkarantinaan menjadi bagian krusial agar komoditas daerah mampu memenuhi ketentuan pasar internasional. Pengembangan konektivitas transportasi internasional dari Palu menuju Guangzhou juga diharapkan mendukung akses produk UMKM Sulteng ke pasar global.
Untuk memperkuat kesiapan eksportir, pemerintah mendorong pembentukan Klinik Ekspor di Sulawesi Tengah. Fasilitas pendampingan ini diharapkan membantu pelaku usaha memahami tahapan dan persyaratan ekspor, mulai dari proses produksi hingga pengiriman produk. Ini merupakan langkah konkret untuk mendukung UMKM Sulteng.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Pakamundi menyatakan bahwa potensi komoditas Sulawesi Tengah perlu diikuti dengan peningkatan daya saing. Ini penting agar produk UMKM Sulteng tidak hanya berhenti sebagai unggulan daerah.
“Kita memiliki banyak potensi usaha dan komoditas unggulan di Sulawesi Tengah. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat kita dorong agar memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” kata Hidayat Pakamundi.
Hidayat berharap gerakan ini tidak hanya berhenti pada deklarasi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan konkret bagi pelaku UMKM Sulteng. Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM diperlukan dalam berbagai aspek, termasuk peningkatan kualitas produk, sertifikasi, kemasan, pembiayaan, dan proses ekspor.
Dengan penguatan ekosistem ini, produk asal Sulawesi Tengah diharapkan memiliki akses yang lebih luas. Hal ini mencakup pasar lokal dan nasional, hingga akhirnya menembus pasar internasional. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM Sulteng secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai karantina produk ekspor, Anda bisa mengunjungi situs resmi Badan Karantina Pertanian. */hn