PALU, DAILYKOTA – Pasokan Pertalite di Kota Palu dipastikan kembali normal, setelah beberapa hari terakhir warga menghadapi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan kondisi distribusi Pertalite kini telah stabil.
Kepastian ini disampaikan dalam rapat yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Rabu, 26/08. Rapat ini digelar menyikapi laporan keterbatasan stok Pertalite dan panjangnya antrean kendaraan di berbagai SPBU di Kota Palu.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebelumnya telah meminta agar persoalan kelangkaan ini segera ditangani demi terpenuhinya kebutuhan BBM masyarakat. Solusi konkret menjadi prioritas utama untuk mengatasi krisis pasokan Pertalite Palu yang sempat terjadi.
“Bapak Gubernur menginginkan ada solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Kita berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite,” kata Rudi Dewanto.
Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina menjelaskan bahwa gangguan pasokan sebelumnya disebabkan oleh cuaca buruk. Kondisi ini menghambat perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sekitar 15 Agustus. Keterlambatan ini menyebabkan pasokan mengalami hambatan pada 16 hingga 17 Agustus.
Untuk mengatasi kekurangan stok Pertalite Palu, Pertamina segera mencari pasokan alternatif dari Depot Bau-Bau dan juga mengambil stok dari Depot Poso. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM di Sulawesi Tengah serta mencegah kekosongan stok di SPBU-SPBU yang ada.
Pertamina mengonfirmasi bahwa pasokan dari Bau-Bau dan Bitung kembali masuk secara normal pada periode 20 hingga 24 Agustus. Kondisi antrean di beberapa SPBU, khususnya di Kota Palu, pada Rabu, 26/08, juga disebut sudah mulai kembali normal seiring stabilnya pasokan Pertalite Palu.
Pemerintah Provinsi Sulteng mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Stok Pertalite Palu sudah cukup dan tidak perlu ada pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean,” ujar Rudi Dewanto.
Pemprov Sulteng bersama Pertamina akan terus memantau distribusi BBM di lapangan. Koordinasi antarpihak dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi, terutama saat kondisi cuaca dan transportasi berpotensi menghambat pengiriman BBM. Dengan kembali normalnya pasokan Pertalite Palu, pemerintah berharap kebutuhan BBM masyarakat di Kota Palu dan wilayah Sulawesi Tengah dapat terpenuhi tanpa antrean panjang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.*/hn