dailykota.com PALU – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen memperkuat integrasi Program Sekolah Rakyat dengan DTSEN sebagai upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem di daerah.
Plt. Kepala Dinas Sosial Sulteng, Farid Rifai Yotolembah, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan implementasi kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berasrama bagi anak keluarga sangat miskin.
“Ini wujud nyata semangat Sulteng Nambaso yang sejalan dengan 9 Program Berani. Integrasi ini memastikan penetapan peserta dan layanan pendidikan sesuai kebutuhan riil masyarakat,” jelas Farid.
Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari rumah tangga desil 1–2. Di Sulawesi Tengah, program ini telah berjalan di tiga lokasi, SRMP 22 Sigi (dikelola Kemensos RI), Sekolah Rakyat Nambaso dengan 200 peserta didik (75 SMP, 125 SMA), dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 60 Touna (dikelola Pemkab Touna).
Farid menilai integrasi data DTSEN sangat penting agar perencanaan, kurikulum, dan pendampingan di Sekolah Rakyat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Rapat ditutup dengan penyusunan rekomendasi bersama untuk memperkuat tata kelola data dan meningkatkan akurasi sasaran program sosial di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.