TOJO UNA-UNA, DAILYKOTA, , mengajak seluruh pemerintah daerah dan perangkat pemerintahan di wilayahnya untuk menyatukan langkah. Hal ini dilakukan demi mengimplementasikan kebijakan Asta Cita RI dan juga 9 Program BERANI secara terpadu di .

Pesan penting ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Asta Cita sekaligus evaluasi 9 Program BERANI. Acara strategis ini digelar di Reconnect Island Resort, Pulau Buka-Buka, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Jumat, 11 September 2026.

Rakor tersebut dihadiri oleh bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, jajaran pemerintah provinsi, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, kepala desa, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait. Ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap sinergi Asta Cita 9 Program BERANI.

Menurut Anwar Hafid, kebijakan pembangunan nasional dan daerah tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Program pemerintah pusat wajib diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah sehingga menghasilkan kerja yang saling memperkuat. Integrasi Asta Cita 9 Program BERANI menjadi kunci.

“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan, agar program-program prioritas nasional melalui Asta Cita dapat berjalan selaras dengan program 9 BERANI,” kata Anwar Hafid.

Ia menjelaskan bahwa visi pembangunan Sulawesi Tengah, yaitu menjadikan daerah tersebut sebagai wilayah pertanian dan industri yang maju dan berkelanjutan, telah tertuang dalam empat misi RPJMD. Visi ini selaras dengan semangat Asta Cita 9 Program BERANI.

Misi tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai agenda prioritas nasional, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, pemerataan , reformasi birokrasi, penguatan harmoni sosial, hingga perlindungan lingkungan. Semua ini adalah bagian dari implementasi Asta Cita 9 Program BERANI.

Dengan keterkaitan tersebut, Anwar Hafid menilai bahwa pelaksanaan Asta Cita di Sulawesi Tengah sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya mencapai sasaran 9 Program BERANI. Sinergi antara Asta Cita 9 Program BERANI akan mempercepat tujuan pembangunan.

“Dengan demikian, setiap program Asta Cita yang dijalankan di daerah pada dasarnya adalah bagian tak terpisahkan dari capaian 9 BERANI itu sendiri,” ujarnya.

Karena itu, gubernur meminta koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diperkuat agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun program terkait Asta Cita 9 Program BERANI. Kejelasan peran sangat diperlukan.

Menurutnya, setiap daerah perlu mengetahui peran masing-masing dalam menjalankan agenda pembangunan sehingga sumber daya yang tersedia dapat diarahkan pada sasaran yang sama. Ini akan memastikan efektivitas Asta Cita 9 Program BERANI.

Anwar Hafid juga mengingatkan pentingnya kerja lintas sektor. Sulawesi Tengah memiliki potensi besar di bidang pertanian, industri, pertambangan, kelautan dan , serta pariwisata yang membutuhkan pengelolaan secara terpadu. Pengelolaan ini adalah bagian tak terpisahkan dari Asta Cita 9 Program BERANI.

“Tidak ada program yang bisa berhasil kalau dikerjakan sendiri. Kita harus bergerak dalam satu arah, dengan semangat yang sama, untuk mewujudkan Nambaso,” tegas Gubernur Anwar Hafid.

Rakor tersebut sekaligus menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan 9 Program BERANI. Pemerintah daerah membahas capaian program, kendala yang masih ditemukan, serta langkah yang diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan dan meningkatkan efektivitas program.

Anwar Hafid berharap koordinasi terkait Asta Cita 9 Program BERANI ini menghasilkan kebijakan yang lebih terarah dan tidak berhenti pada pelaksanaan administratif. Hasil nyata untuk masyarakat adalah prioritas.

Ia menegaskan, keselarasan antara agenda nasional dan daerah harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan Sulawesi Tengah yang maju dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen penuh pada hal ini.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una sebagai tuan . Menurutnya, Pulau Buka-Buka tidak hanya menjadi lokasi pertemuan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai potensi kelautan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat kepulauan yang dapat dikembangkan.

Melalui penguatan koordinasi lintas pemerintahan, Pemprov Sulawesi Tengah berkomitmen mempercepat implementasi 9 Program BERANI sekaligus memastikan prioritas pembangunan nasional dapat diterjemahkan secara tepat di daerah, mendukung tercapainya tujuan Asta Cita.*/hn