, DAILYKOTA – Para pemuka agama lintas iman dan ribuan masyarakat berkumpul di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu malam, 01/08/2026, untuk menggelar Doa Kebangsaan Lintas Agama. Acara ini merupakan bagian integral dari peringatan ke-81 Kemerdekaan RI, bertujuan memperkuat persatuan bangsa, meneguhkan , dan memohon keberkahan bagi masa depan Indonesia.

Acara Doa Kebangsaan Lintas Agama tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antara mereka adalah Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr (Katolik), Pinandita Gede Pastika (Hindu), Bhikkhu Bhadranatha, Thera (Buddha), Xs. Budi S. Tanuwibowo (Konghucu), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (Kristen), serta Nasaruddin Umar. Mereka secara bergantian memimpin doa, menyebarkan pesan kebersamaan, cinta kasih, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi inti dari Doa Kebangsaan Lintas Agama ini.

“Doa adalah fondasi dasar hidup kita sebagai bangsa yang religius. Semua daya upaya manusiawi kita, sama di antara kita, dilandasi atas doa supaya Tuhan merestui, memberkati, dan menyempurnakan semua pekerjaan baik yang telah kita rencanakan, dan kita lakukan, dan akan kita laksanakan,” kata Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr, Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Jakarta.

Kegiatan Doa Kebangsaan Lintas Agama di Monas ini juga menjadi penegasan akan pentingnya kebebasan beragama dan peran pemerintah dalam menjaga kerukunan umat. Hal ini sejalan dengan berbagai regulasi yang ada, termasuk Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam Doa Kebangsaan Lintas Agama ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung harmoni dan persatuan bangsa.

“Kami mewakili masyarakat Hindu sangat apresiasi, sangat menyambut dengan baik. Ini adalah bagaimana mempersatu umat seluruh, masyarakat, lapisan masyarakat di Indonesia untuk menyatukan dengan kebinekaan ini menjadi satu, menjadi keharmonisan yang luar biasa,” kata Pinandita Gede Pastika, Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara.

“Untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan yang perlu kita jaga adalah nilai-nilai cinta kasih di dalam diri kita dan terlebih juga nilai-nilai dari Pancasila kita yang juga cukup kuat bahwa kita memang sudah beragam tetapi dengan adanya cinta kasih yang terus dikembangkan akan membawa persatuan dan kesatuan dengan jauh lebih indah karena memang inilah Indonesia,” kata Bhikkhu Bhadranatha, Thera, Wakil Sekretaris Jenderal Sangha Agung Indonesia.

“Bekerja samanya banyak agama dalam satu kebersamaan tentu menegaskan sila pertama. Tentu kemudian sila kemanusiaan bahwa di atas segala perbedaan, kemanusiaan kita satu. Kemudian jelas persatuan dan kemudian bisa saling berembuk, bisa bermufakat, dan mudah-mudahan ini dengan kebersamaan bisa membikin Indonesia adil, makmur, sejahtera,” kata Xs. Budi S. Tanuwibowo, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia.

“Saya kira itu nilai-nilai luhur yang telah ditaruh oleh para pendiri bangsa sejak awal mereka membangun bangsa ini. Tidak melihat apapun, latar belakang suku, agama tapi berdiri bersama-sama dan saya kira itu legacy yang sangat luar biasa yang harus kita pelihara dan kita jaga bagi keutuhan Indonesia ke depan,” kata Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, Ketua Umum PGI.

“Saya kira memang sangat tepat kita melakukan doa dan syukur semua kebangsaan kita yang tetap minimum dipertahankan dengan kondisi yang kita capai selama ini, dan syukur-syukur nanti kita akan terus dan terus berkembang dan menjadi episentrum peradaban dunia masa depan adalah Indonesia,” kata Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.

Doa Kebangsaan Lintas Agama ini menegaskan bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan bangsa. Momentum ini juga menjadi sarana penguatan moderasi beragama, di mana para tokoh lintas agama berperan sebagai teladan dalam menjaga toleransi dan harmoni. Dengan adanya Doa Kebangsaan Lintas Agama, kepercayaan publik terhadap persatuan Indonesia yang dapat dirawat melalui spiritualitas bersama semakin kokoh, sejalan dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada masa depan Indonesia yang damai dan sejahtera.