PALU, DAILYKOTA – Pemerintah Kota Palu bersama DPRD dan DPR RI menyalurkan bantuan budidaya ikan nila sistem bioflok kepada kelompok masyarakat di Kelurahan Tondo dan Kabonena pada Sabtu, 01/08/2026. Program budidaya ikan nila bioflok Palu ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan dengan menebar 700 benih ke enam kolam bioflok.
Bantuan berupa benih ikan nila, sarana, dan prasarana pendukung ini diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. Teknologi bioflok, yang menjadi inti dari budidaya ikan nila bioflok Palu, memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air dan menekan biaya pakan hingga 30-40%, sehingga sangat efektif meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Saya berharap bantuan ini menjadi ladang rezeki bagi mereka. Setelah diserahkan, pengelolaannya menjadi tanggung jawab kelompok, sehingga program ini harus terus berjalan dan berkelanjutan,” kata Imelda Liliana Muhidin, Wakil Wali Kota Palu.
Setiap kolam bioflok berkapasitas 5-10 m³ berpotensi menghasilkan sekitar 250-300 kg ikan nila per siklus dalam waktu 3-4 bulan. Dengan total enam kolam, program budidaya ikan nila bioflok Palu ini diperkirakan mampu mencapai produksi 1.500 kg ikan nila per siklus. Jika harga ikan nila di pasar lokal Palu berkisar Rp28.000-Rp32.000 per kilogram, omzet per siklus dapat mencapai Rp42 juta hingga Rp48 juta.
Dalam setahun, dengan tiga siklus panen, potensi omzet tahunan dari program budidaya ikan nila bioflok Palu ini bisa mencapai Rp126 juta hingga Rp144 juta, memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kelompok budidaya.
“Ini merupakan aspirasi dari teman-teman anggota DPRD Kota Palu kepada anggota DPR RI, Pak Muhidin M. Said. Alhamdulillah telah disetujui dua paket bioflok untuk Kota Palu, masing-masing ditempatkan di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Kabonena,” tambah Imelda Liliana Muhidin.
Dukungan teknis dan pendampingan terus diberikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu untuk memastikan keberhasilan budidaya ikan nila bioflok Palu. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal dengan menyediakan sumber protein hewani yang terjangkau bagi warga Kota Palu.*/hn