dailykota.com PALU – Pemerintah Provinsi (Sulteng) memperluas akses pendidikan tinggi lewat program Berani Cerdas. Sepanjang 2025, sebanyak 23.568 menerima dengan total anggaran mencapai Rp84 miliar. Program ini di rancang untuk menekan beban biaya kuliah sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur A. Lamadjido, menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pada tahun pertama kepemimpinan mereka. Melalui , mengalokasikan puluhan miliar rupiah agar mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terkendala biaya.

Tak hanya menyasar mahasiswa, Pemprov juga memperkuat dukungan untuk pendidikan menengah. Anggaran Rp40,9 miliar di gelontorkan untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang menjangkau 437 SMA/SMK/SLB negeri dan swasta di Sulawesi Tengah.

Khusus siswa kurang mampu di sekolah swasta tingkat SMA/SMK/SLB, pemerintah daerah membayar SPP dengan total anggaran Rp270,6 juta. Kebijakan ini bertujuan mencegah siswa putus sekolah karena faktor ekonomi.

Pada sektor pendidikan vokasi, Pemprov mengalokasikan Rp27,1 miliar untuk membiayai Uji Kompetensi dan Praktik Industri (Prakerin) bagi siswa SMK negeri dan swasta. Dukungan tersebut di harapkan meningkatkan keterampilan dan daya saing lulusan di dunia kerja.

Selain itu, 11.285 siswa kurang mampu menerima bantuan seragam sekolah senilai Rp6,1 miliar. Sementara untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, pemerintah daerah memberikan beasiswa pascasarjana kepada 99 guru sekolah menengah dengan total anggaran Rp1,8 miliar.

Cerdas menjadi bagian dari visi pembangunan “” yang menekankan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Melalui kebijakan ini, Pemprov Sulteng ingin memastikan generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan.

Dengan realisasi anggaran yang signifikan dan jumlah penerima manfaat yang besar. Berani Cerdas menjadi salah satu program unggulan Pemprov Sulteng dalam memperkuat fondasi SDM dan mendorong kemajuan daerah berbasis pendidikan. ***