, DAILYKOTA — Memasuki , Anwar Hafid menjadikan momentum dan zikir bersama sebagai ruang untuk merefleksikan perjalanan hidup.

Refleksi tersebut disampaikan saat menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan zikir bersama di Jabatan Siranindi, Kamis malam, 13 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan maulid, salawat, zikir dan tausiah. Selain memperingati momentum Rabiul Awal, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan memperbanyak ibadah.

“Alhamdulillah, malam ini kita melaksanakan rangkaian acara, mulai dari pembacaan maulid, salawat kepada Rasulullah, kemudian kita mendengarkan ceramah. Mudah-mudahan seluruh rangkaian ibadah kita malam ini dinilai sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” ujar Anwar.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menyinggung perjalanan hidupnya yang telah melewati berbagai fase. Ia mengaku bersyukur atas perjalanan yang dimulai sejak masa kecil dengan berbagai keterbatasan hingga kemudian membangun keluarga dan menerima berbagai amanah.

Menurutnya, perjalanan tersebut membuat dirinya semakin memahami keterbatasan manusia dan pentingnya berserah diri kepada Allah SWT.

“Semakin hari kita semakin melihat diri kita bahwa memang hidup ini semua harus kembali kepada Allah SWT. yang terbaik adalah kerja yang dilandasi oleh keikhlasan dan ketulusan hati,” katanya.

Anwar mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, manusia memiliki keterbatasan, tetapi pertolongan Allah SWT tidak memiliki batas.

“Seberat apa pun yang kita hadapi, tidak usah terlalu takut. Kebutuhan manusia boleh ada batasnya, tetapi hubungan dengan Allah tidak pernah ada batasnya,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya ikhtiar yang disertai keikhlasan dan ketulusan dalam menjalankan pekerjaan maupun menghadapi kehidupan.

Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi Anwar Hafid di usia 57 tahun: terus bekerja dengan ikhlas, berusaha sebaik mungkin, sekaligus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.