, DAILYKOTA – Personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob aktif memberikan trauma healing anak Buol yang menjadi korban magnitudo 6,2 SR. Kegiatan ini berlangsung pada 18 Juli 2026 di lokasi pengungsian , bertujuan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana yang melanda pada 15 Juli 2026.

berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Kabupaten Buol pada 15 Juli 2026 telah menyebabkan kerusakan parah pada lebih dari 350 rumah, dua dasar, dan satu . Bencana ini memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di posko darurat yang disiapkan oleh BPBD, Satbrimob, dan relawan. Dari jumlah tersebut, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak psikologis, sehingga kegiatan trauma healing anak Buol menjadi prioritas penanganan.

Dipimpin Danki 4 Batalyon A Pelopor AKP Suharyono, personel Brimob tidak hanya berfokus pada evakuasi dan pembersihan lokasi bencana. Mereka juga aktif melakukan pendampingan psikososial dengan menghadirkan permainan edukatif, interaktif, serta memberikan hadiah sederhana. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana ceria bagi anak-anak di pengungsian, membantu mengurangi rasa takut dan trauma yang mereka alami.

Pemulihan psikologis ini dianggap sama pentingnya dengan pemulihan fisik dan infrastruktur pascabencana. Menurut Peraturan Kepala BNPB No. 7 Tahun 2015 tentang Pedoman Penanganan Pengungsi, trauma healing merupakan bagian integral dari respons bencana. Inisiatif Brimob ini sejalan dengan standar penanganan korban bencana serta perlindungan anak.

“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma setelah bencana. Melalui kegiatan trauma healing ini kami berharap mereka dapat kembali ceria, berani beraktivitas, dan perlahan melupakan rasa takut akibat gempa yang terjadi,” kata AKP Suharyono, Danki 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob .

AKP Suharyono menambahkan, “Kehadiran personel Brimob di lokasi bencana tidak hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat kepada masyarakat.” Upaya trauma healing anak Buol ini menjadi bukti nyata dedikasi personel dalam setiap penanganan bencana, termasuk aspek psikologis yang sering terabaikan.

Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan oleh relawan dan warga. “Kami melihat anak-anak mulai tersenyum lagi setelah mengikuti permainan. Ini sangat membantu mereka untuk melupakan rasa takut dan kembali bersemangat,” kata Nurhayati, Relawan lokal Buol.

Sementara itu, Rizal, seorang warga pengungsi Buol, juga menyampaikan apresiasinya. “Trauma healing ini membuat anak-anak kami lebih tenang. Kami berterima kasih kepada Brimob yang tidak hanya membantu evakuasi, tetapi juga peduli pada kondisi psikologis anak-anak.”