BUOL, SULAWESI TENGAH, DAILYKOTA – Personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah bersama petugas Kementerian Sosial RI sigap Brimob dirikan tenda darurat di sejumlah titik pengungsian Kabupaten Buol pada Sabtu, 18 Juli 2026. Aksi kemanusiaan ini sebagai respons cepat pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang melanda wilayah tersebut pada 15 Juli 2026, menyebabkan lebih dari 1.200 warga harus mengungsi akibat rumah rusak parah.
Gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter pada 15 Juli 2026 di Buol telah menyebabkan kerusakan parah, termasuk lebih dari 350 rumah, dua sekolah, dan satu puskesmas. Kondisi ini memaksa sekitar 1.200 warga harus mengungsi, sangat membutuhkan hunian sementara yang aman. Oleh karena itu, pendirian tenda darurat menjadi prioritas utama untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan warga terdampak.
Kementerian Sosial RI atau Kemensos RI menyalurkan 50 unit tenda darurat Kemensos ke Buol, masing-masing mampu menampung 8 hingga 10 orang. Estimasi nilai bantuan tenda darurat ini mencapai Rp1,5 miliar, termasuk logistik pendukung. Sebanyak 70 personel Satbrimob Polda Sulawesi Tengah turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, pembersihan puing, serta pendirian tenda darurat ini, menunjukkan sinergi kuat antarlembaga.
“Kami akan terus hadir bersama masyarakat selama proses penanganan bencana berlangsung. Bantuan yang kami berikan tidak hanya pada proses evakuasi dan pembersihan, tetapi juga mendukung penyediaan hunian sementara agar warga terdampak dapat memperoleh tempat yang lebih aman dan nyaman selama masa pemulihan,” kata Danki 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulteng, AKP Suharyono.
Pendirian tenda darurat ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam. Sulawesi Tengah, termasuk Buol, memang menjadi wilayah yang rawan gempa, dengan 12 kejadian gempa signifikan tercatat pada semester I 2026 oleh BNPB.
Kehadiran Brimob dirikan tenda darurat sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Rumah kami rusak parah, jadi tenda ini sangat membantu. Kami merasa lebih aman dan bisa beristirahat dengan tenang,” ujar Rina, seorang warga terdampak berusia 41 tahun. Ahmad, petugas Kemensos RI, menambahkan, “Sinergi dengan Brimob mempercepat proses pendirian tenda. Kehadiran mereka membuat warga lebih tenang dan tertib.”
Langkah cepat Brimob dirikan tenda darurat bersama Kemensos ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut untuk mempercepat pemulihan kondisi pascabencana di Buol.