MOROWALI, DAILYKOTA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 sukses menghadirkan pembangunan signifikan di Kepulauan Morowali, khususnya di Kepulauan Umbele, Kecamatan Bungku Selatan. Selama satu bulan, program TMMD Kepulauan Morowali ini membangun jalan desa sepanjang 4 kilometer dan jaringan pipa air bersih 7 kilometer yang melintasi antarpulau, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.
Pelaksanaan TMMD Kepulauan Morowali ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, fokus pada pembangunan fisik serta kegiatan sosial. Berbagai proyek infrastruktur dasar dikerjakan, termasuk fasilitas umum, hingga rehabilitasi rumah warga. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam pemerataan pembangunan.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan TMMD Kepulauan Morowali yang mampu menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terpusat di perkotaan.
“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” kata Anwar Hafid, saat menghadiri penutupan TMMD pada 14/08/2026.
Salah satu pencapaian utama TMMD Kepulauan Morowali adalah pemasangan jaringan air bersih melalui penyambungan pipa sepanjang kurang lebih 7 kilometer antarpulau. Infrastruktur krusial ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang selama ini menjadi tantangan.
Selain itu, TMMD juga berhasil membangun jalan desa sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton. Akses jalan ini sangat vital untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga di kawasan Umbele. Peningkatan akses jalan ini secara langsung berdampak pada perekonomian lokal dan kemudahan aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya berfokus pada infrastruktur dasar, program ini juga mencakup pembangunan tiga unit Mandi Cuci Kakus (MCK) dan tiga ruang terbuka hijau. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Di sektor sosial dan perumahan, TMMD Kepulauan Morowali melaksanakan rehabilitasi lima rumah nelayan serta perbaikan fasilitas sekolah. Langkah ini merupakan bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan pendidikan.
Untuk lingkungan, kegiatan TMMD Kepulauan Morowali juga diisi dengan penanaman mangrove. Penanaman ini bertujuan menjaga kelestarian kawasan pesisir dan mitigasi dampak perubahan iklim, menunjukkan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Selain pembangunan fisik, sejumlah kegiatan nonfisik juga dilaksanakan, seperti penyuluhan pencegahan stunting dan edukasi mitigasi bencana. Hal ini melengkapi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Morowali.
Pelaksanaan TMMD berlangsung selama satu bulan penuh, dari 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Hasil pekerjaan kemudian diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Morowali melalui penandatanganan berita acara yang disaksikan oleh Gubernur Anwar Hafid.
Menurut Gubernur Anwar Hafid, kehadiran TNI di wilayah kepulauan menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi kinerja Kodam XXIII/Palaka Wira yang baru berusia satu tahun namun telah memberikan kontribusi nyata.
Rangkaian penutupan TMMD diakhiri dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026. Program ini menjadi teladan bahwa pembangunan di Sulawesi Tengah tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menyasar desa dan kawasan kepulauan yang memerlukan penguatan akses dan fasilitas dasar untuk kemajuan bersama.