, DAILYKOTA Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas dasar. ini meliputi renovasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia pada tahun 2027 dan penyediaan udara, yang disampaikan dalam pidato resmi Presiden pada Jumat, 14 Agustus 2026. Inisiatif renovasi 10.000 puskesmas ini bertujuan mempercepat akses layanan serta memperkuat sistem kesehatan nasional.

Rencana renovasi 10.000 puskesmas akan diberlakukan secara nasional, mencakup seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan () tahun 2025 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 10.500 unit puskesmas, sehingga target renovasi ini mencakup hampir seluruh fasilitas kesehatan primer yang ada. Peningkatan fasilitas ini diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih baik dan merata bagi masyarakat.

Pemerintah juga berkomitmen untuk menyediakan ambulans udara sebagai solusi untuk mengatasi tantangan aksesibilitas di daerah terpencil dan kepulauan. Wilayah seperti , Maluku, dan Nusa Tenggara seringkali menghadapi kendala geografis, di mana perjalanan menuju rumah sakit rujukan bisa memakan waktu hingga 7–9 jam. Dengan ambulans udara, waktu tempuh dapat dipersingkat secara signifikan, terutama untuk kasus-kasus darurat.

“Pemerintah akan merenovasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia pada 2027,” kata .

Beliau menambahkan, “Kami juga akan menyediakan ambulans udara agar tidak ada lagi ibu-ibu yang meninggal karena menempuh perjalanan ke RS 7–9 jam.”

Anggaran kesehatan untuk program renovasi 10.000 puskesmas dan pengadaan ambulans udara telah dialokasikan dalam APBN 2027. Proyeksi belanja kesehatan diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 triliun, yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam investasi di sektor kesehatan. Regulasi yang mendukung program ini termasuk UU No. 36 Tahun 2009 dan UU No. 17 Tahun tentang Kesehatan, serta Perpres tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Program ini diharapkan memiliki dampak positif signifikan terhadap sosial dan ekonomi. Secara sosial, renovasi 10.000 puskesmas dan keberadaan ambulans udara diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik. Dari sisi ekonomi, peningkatan layanan kesehatan yang lebih baik dapat meningkatkan produktivitas masyarakat secara keseluruhan. Implementasi program ini akan memerlukan pengawasan ketat, terutama terkait distribusi anggaran dan kesiapan sumber daya manusia di daerah terpencil, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti helipad.