JAKARTA, DAILYKOTA – Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong dijatuhi sanksi berat oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) berupa larangan beraktivitas selama 10 tahun pada Kamis (23/07). Hukuman ini muncul setelah adanya laporan kontroversi saat ia memimpin klub Ulsan HD di liga domestik Korea Selatan.
Sanksi tersebut merupakan rekomendasi dari Pusat Etika Olahraga Korea Selatan yang kemudian disahkan oleh Komite Fair Play KFA. Shin Tae-yong dituduh terlibat dalam perselisihan dengan pemain hingga dugaan aktivitas non-profesional seperti bermain golf saat tim sedang melakoni laga tandang.
“Kami baru-baru ini mengadakan rapat Komite Disiplin KFA dan memutuskan untuk mengambil tindakan disiplin terhadap mantan pelatih Ulsan HD, Shin Tae-yong,” kata pejabat Komite Disiplin KFA.
Meskipun mendapat hukuman blacklist selama satu dekade di Korea, sanksi ini tidak berlaku secara internasional. Hal ini memungkinkan Shin Tae-yong tetap melanjutkan kariernya di Indonesia untuk menukangi skuad Macan Kemayoran pada musim kompetisi Liga 1 2026/27.
“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil. Saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi para pemain saya bisa terluka jika saya berbicara dan suasana sepak bola domestik tidak baik,” kata Shin Tae-yong, Pelatih Persija Jakarta.
Shin Tae-yong juga menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas putusan disiplin tersebut. Namun untuk saat ini, ia memilih fokus sepenuhnya untuk mempersiapkan tim menjelang bergulirnya jadwal resmi kompetisi kasta tertinggi di tanah air.
“Shin Tae-yong tetap fokus membangun tim untuk musim baru. Target kami jelas: Persija harus kembali bersaing di papan atas dan meraih gelar juara,” tulis manajemen Persija Jakarta dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen klub kebanggaan warga Jakarta itu memberikan dukungan penuh kepada juru taktik asal Korea Selatan tersebut. Mereka optimis bahwa masalah internal di negara asalnya tidak akan mengganggu kinerja serta profesionalisme tim di lapangan hijau.