PALU, DAILYKOTA – Persoalan drainase di Pasar Inpres Manonda dan banjir yang kerap melanda kawasan Jalan Bayam Lorong 2 menjadi keluhan utama warga saat mengikuti Anggota Palu, , di , Kecamatan Palu Barat, Selasa, 3 November 2026.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Jalan Bayam Lorong 2, RT 002/RW 008 tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan infrastruktur lingkungan yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama saluran drainase yang tidak berfungsi optimal.

Salah satu warga menyoroti kondisi drainase di kawasan los penjualan . Saluran yang tersumbat dan tidak layak itu menyebabkan air menggenang serta menimbulkan bau tidak sedap.

“Kalau bisa drainase yang di Inpres itu diusulkan untuk diperbaiki, khususnya di lokasi penjualan ikan. Kondisinya sudah sangat tidak layak dan buntu, sehingga menimbulkan bau busuk karena air tergenang,” ujar warga dalam pertemuan tersebut.

Selain kawasan pasar, warga juga mengeluhkan saluran drainase di Jalan Bayam Lorong 2 yang kerap meluap ketika hujan turun.

Kapasitas drainase dinilai tidak lagi memadai untuk menampung debit air. Kondisi tersebut diperparah oleh endapan pasir dan yang menghambat aliran air sehingga memicu genangan hingga banjir di lingkungan permukiman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Muchsin Ali menyatakan akan meninjau langsung kondisi drainase di Manonda, termasuk saluran yang dikeluhkan pedagang dan masyarakat.

Ia juga akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah () terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Sementara mengenai drainase di Jalan Bayam Lorong 2, Muchsin menjelaskan bahwa kapasitas saluran yang tersedia saat ini kemungkinan hanya dirancang untuk menampung aliran air dari kawasan perumahan.

Akibatnya, ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, saluran tidak mampu menampung debit air yang masuk.

Menurutnya, persoalan drainase di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, upaya memperbesar saluran membutuhkan pembahasan lebih lanjut karena berpotensi menggunakan sebagian lahan milik warga.

“Permasalahan drainase ini sudah sangat lama. Bisa diperbaiki, tetapi harus ada yang dikorbankan. Kalau drainase diperbesar, harus ada lahan warga yang dihibahkan,” jelasnya.

Meski demikian, Muchsin menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengidentifikasi akar persoalan dan mencari alternatif penanganan yang memungkinkan. Serta meminta warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam reses tersebut, turut hadir perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, serta dinas yang membidangi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Palu. Serta pendampin Suryani dan Moh. Afandi. hn