, DAILYKOTA – Dinamika politik menjelang Peta Politik 2029 semakin menghangat pada Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto menyatakan “hati PDIP sama dengan pemerintah”, memicu respons cepat dari tokoh PDIP Ganjar Pranowo yang menegaskan independensi partai. Di sisi lain, Kebangkitan Bangsa () memperkenalkan jargon “Prabowonomics” saat Harlah ke-28 di Jakarta, sebagai strategi baru mengamankan posisi jelang pemilihan umum mendatang.

Pernyataan Prabowo Subianto terkait “hati PDIP sama dengan pemerintah” disampaikan di Jakarta, menjadi sorotan utama dalam perkembangan Peta Politik 2029. Pernyataan ini secara langsung menyentuh posisi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selama ini dikenal sebagai oposisi di pemerintahan sebelumnya. Reaksi dari Ganjar Pranowo segera muncul, menepis klaim tersebut dan menegaskan garis politik PDIP yang mandiri.

“PDIP punya hati sendiri, punya garis politik sendiri. Jadi jangan disamakan begitu saja,” kata Ganjar Pranowo, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan manuver politik signifikan dengan mengusung jargon “Prabowonomics” pada perayaan Harlah ke-28 pada 23/07/2026. Acara yang digelar di Jakarta ini menandai upaya partai pimpinan Muhaimin untuk mengidentifikasi diri sebagai pengusung narasi yang berpihak pada rakyat kecil. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi PKB dalam Peta Politik 2029.

“Prabowonomics adalah jalan ekonomi baru yang berpihak pada rakyat kecil, ini yang kami usung di Harlah ke-28 PKB,” ujar Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB.

Langkah PKB ini dianalisis oleh pengamat sebagai upaya merebut kepemilikan narasi politik atas keberhasilan pemerintahan Prabowo. Arifki Chaniago, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, mengutarakan bahwa ini adalah perebutan political ownership atas Prabowonomics. Ini menunjukkan dinamika kompetisi antar partai di Peta Politik 2029.

Dukungan publik terhadap Prabowo Subianto masih sangat dominan, berdasarkan Adidaya Institute pada Mei 2026. Elektabilitas Prabowo mencapai 32,6%, jauh meninggalkan tokoh lain seperti Dedi Mulyadi (14,2%), (10,7%), dan Ganjar Pranowo (2,8%). Hasil survei ini menunjukkan arah Peta Politik 2029 yang cukup jelas.

Tidak hanya elektabilitas, tingkat popularitas Prabowo juga tinggi dengan 96,6%, diikuti Rakabuming (92,7%) dan Anies Baswedan (91,5%). Di tingkat partai, mencatat elektabilitas 30,5%, sementara PDIP 11,5% dan 9,1%. Data ini menggarisbawahi tantangan bagi PDIP dan Ganjar Pranowo dalam menghadapi Pemilu 2029.

Keseluruhan dinamika ini menciptakan gambaran Peta Politik 2029 yang menarik. Prabowo Subianto tampak masih kokoh dengan dukungan publik, sementara PKB secara agresif mencoba mengikat narasi ekonomi. Di sisi lain, PDIP melalui Ganjar Pranowo berupaya menjaga independensi di tengah tekanan politik yang ada.*