dailykota.com PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya memerangi persoalan gizi masyarakat, termasuk stunting, anemia, dan kekurangan vitamin, melalui penguatan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).
Penegasan ini disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian, M. Sadly Lesnusa, saat membacakan sambutan Gubernur Sulteng.
Menurutnya, program unggulan Berani Tangkap menjadi bagian dari strategi besar peningkatan ekonomi daerah dan ketahanan pangan, mengingat luasnya wilayah maritim Sulteng mencapai 77.295 km² dengan potensi lestari sumber daya ikan hingga 214.000 ton per tahun.
Sadly membeberkan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024, prevalensi stunting Sulteng berada pada angka 26,1 persen. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, terdapat peningkatan kasus underweight pada anak.
“Ikan menjadi solusi penting untuk mengatasi persoalan gizi, karena kandungan omega-3 dan proteinnya sangat tinggi. Ini berperan besar dalam 1.000 hari pertama kehidupan untuk mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Pemerintah berharap kampanye GEMARIKAN dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi, melibatkan pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, hingga pelaku usaha.
Rangkaian Harkannas ke-12 tahun 2025 yang digelar DKP Sulteng turut menampilkan berbagai agenda, mulai dari Pasar UMKM Maroso, Lomba Masak Serba Ikan, edukasi konsumsi ikan, pasar ikan segar dan hidup, hingga pameran ikan hias dan bibit ikan air tawar.