, DAILYKOTA dinilai menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun layanan kesehatan dasar secara merata. Sulawesi Tengah, . Reny A. Lamadjido, menyebut seluruh puskesmas di daerah tersebut telah memiliki umum, sehingga layak dijadikan contoh bagi kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Reny saat bertemu tenaga kesehatan se-Kabupaten Morowali di Kantor Bupati Morowali, Kamis (16/7/2026).

“Kabupaten Morowali ini saya jadikan contoh untuk kabupaten-kabupaten lain. Luar biasa, seluruh puskesmas yang saya kunjungi semuanya memiliki dokter. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.

Menurut Reny, ketersediaan tenaga dokter di seluruh puskesmas menjadi modal penting dalam memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mendukung pelaksanaan Sehat.

Sejak diluncurkan pada April 2025, Program telah memberikan manfaat kepada sekitar 183 ribu masyarakat Sulawesi Tengah. Pemerintah Provinsi juga telah mengalokasikan realisasi anggaran sebesar Rp52,4 miliar hingga Juni 2026 untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Tidak hanya membiayai layanan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (), pemerintah juga menanggung sekitar 1.800 layanan non-JKN, seperti biaya visum, penanganan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta tindakan medis yang berkaitan dengan proses hukum.

Reny menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi bagian dari upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian (AKB). Pada 2025, AKI Sulawesi Tengah tercatat 130 per 100.000 kelahiran hidup atau 73 kasus, sedangkan AKB mencapai 10,89 per 1.000 kelahiran hidup atau 585 kasus.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan mampu mempercepat pencapaian target nasional penurunan AKI dan AKB sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.