PALU, DAILYKOTA – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu dan sejumlah pejabat terkait, melakukan kunjungan Wakil Wali Kota Palu ke Pasar Tavanjuka pada Kamis, 16 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan memantau langsung aktivitas perdagangan, meninjau fasilitas pasar, serta menyerap aspirasi dari para pedagang di Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota Palu menyusuri area pasar, berinteraksi dengan pedagang, dan mendengarkan berbagai masukan. Pasar tradisional, seperti Pasar Tavanjuka, dianggap sebagai denyut nadi ekonomi rakyat yang harus dijaga keberlangsungannya oleh Pemerintah Kota Palu. Kehadiran Imelda Liliana Muhidin di Pasar Tavanjuka ini juga menjadi momen penting untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat ekonomi kecil.
“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pasar. Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi rakyat, maka harus dijaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban,” kata Imelda Liliana Muhidin, Wakil Wali Kota Palu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, secara terpisah meninjau fasilitas dan pelayanan publik yang tersedia di pasar. Tercatat, Pasar Tavanjuka memiliki sekitar 450 pedagang aktif dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp 1,2 miliar, mencakup sektor sembako, sayur, daging, ikan, dan kebutuhan rumah tangga. Angka ini menegaskan vitalnya Pasar Tavanjuka bagi perekonomian lokal. Data tersebut didapatkan dari Dinas Perdagangan Kota Palu.
“Kami meninjau fasilitas pasar untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Pedagang dan pengunjung harus merasa aman dan nyaman,” kata Irmayanti Pettalolo, Sekretaris Daerah Kota Palu.
Pemerintah Kota Palu menunjukkan komitmen kuat dalam revitalisasi pasar tradisional. Pada tahun 2026, anggaran sebesar Rp 18,5 miliar dari APBD Kota Palu telah dialokasikan untuk program ini, yang menargetkan perbaikan di tiga pasar, termasuk Pasar Tavanjuka. Fokus revitalisasi meliputi fasilitas sanitasi, penataan kios, dan digitalisasi pembayaran retribusi, sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Palu No. 3 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat. Kunjungan Wakil Wali Kota Palu ke Pasar Tavanjuka menjadi bagian dari pengawasan program ini.
“Revitalisasi pasar tradisional menjadi prioritas. Tahun ini dialokasikan Rp 18,5 miliar untuk perbaikan fasilitas, termasuk digitalisasi retribusi,” ujar Ahmad Yusuf, Kabid Perdagangan Kota Palu.
Aspirasi dari para pedagang juga menjadi perhatian. Nurhayati, salah satu perwakilan pedagang sayur di Pasar Tavanjuka, menyampaikan, “Kami berharap pemerintah memperbaiki fasilitas sanitasi dan menata kios agar lebih rapi. Kehadiran Wakil Wali Kota memberi semangat bagi kami.”
Kunjungan Wakil Wali Kota Palu ke Pasar Tavanjuka ini tidak hanya sekadar pemantauan, tetapi juga menegaskan komitmen Pemkot Palu dalam mendukung keberlangsungan dan peningkatan kualitas pasar tradisional. Sinergi antara pemerintah daerah dan pedagang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih baik.