dailykota.com PALU — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Sry Nirwanti Bahasoan, menilai sektor pariwisata menjadi peluang strategis untuk mendorong pengembangan industri kerajinan lokal agar lebih di kenal dan bernilai ekonomi tinggi.
Hal itu di sampaikannya dalam Rapat Pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Sutan Raja Palu, Sabtu, 20 Desember 2025. Rapat ini merupakan pertemuan perdana pengurus setelah konsolidasi organisasi yang di lakukan pada 30 Juni 2025.
Sry Nirwanti Bahasoan menyebutkan, masih banyak potensi kerajinan daerah yang belum di manfaatkan secara optimal, khususnya di kawasan wisata. Ia mencontohkan sejumlah resort di wilayah Ampana yang di kelola investor asing, namun belum menampilkan produk kerajinan khas Sulawesi Tengah.
“Padahal, minat terhadap kain khas daerah seperti batik bomba dan tenun Sulawesi Tengah cukup besar. Masalahnya, belum ada jembatan yang mempertemukan perajin dengan pihak-pihak yang membutuhkan produk tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, Dekranasda harus hadir sebagai penghubung antara perajin dan pasar, sekaligus memastikan produk yang di hasilkan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata dan tren konsumen. Ia berharap produk kerajinan tidak hanya hadir dalam pameran, tetapi juga di kembangkan menjadi cenderamata, perlengkapan hotel, hingga produk fesyen yang merepresentasikan identitas daerah.
Dengan sisa masa kepengurusan sekitar empat tahun, Sry Nirwanti Bahasoan mengajak seluruh pengurus untuk bekerja lebih solid dan terkoordinasi. Ia optimistis, melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dekranasda dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdaya saing. */hn