, DAILYKOTA – -drama berjudul Juminten Edan garapan Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh akan tayang Juli 2026. Film ini mengisahkan Juminten, seorang perempuan tuna wicara yang setelah delapan tahun merantau, kembali ke pulau asalnya dan mengalami gangguan perilaku misterius yang mengancam keluarga serta warga setempat.

Produksi Mercusuar Films dan Frame Production, Film Juminten Edan berdurasi 108 menit. Skenarionya ditulis oleh Alim Sudio, dikenal dengan karyanya yang mendalam. Kisah ini diharapkan mampu menyajikan ketegangan horor yang dibalut drama psikologis yang intens.

Deretan seperti Dimas Aditya sebagai Manto, Sharon Jovian sebagai Saskia, serta didukung Anne J. Coto, Kukuh Prasetya, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, dan Teguh Julianto, turut memeriahkan Film Juminten Edan. Meisya Amira memerankan karakter Juminten yang kompleks, menjadi sorotan utama dalam film ini.

“Juminten Edan bukan sekadar horor, tetapi drama psikologis yang menyingkap trauma masa lalu. Kami ingin penonton merasakan ketegangan sekaligus empati terhadap karakter utama,” kata Dedy Mercy, Produser dan Sutradara.

Meisya Amira sendiri mengungkapkan tantangannya memerankan Juminten. “Peran ini sangat menantang karena saya harus memerankan seorang tuna wicara dengan ekspresi emosional yang kuat. Saya berharap penonton bisa merasakan penderitaan sekaligus ketakutan Juminten,” katanya.

Sementara itu, Jonathan Ozoh menjelaskan visi di balik film. “Film ini menyoroti bagaimana trauma bisa menghancurkan kewarasan seseorang dan berdampak pada komunitas. Horor yang kami tampilkan bukan hanya supranatural, tetapi juga realitas psikologis,” kata Jonathan Ozoh, Sutradara.

Kehadiran Film Juminten Edan di tengah industri film nasional yang terus berkembang, terutama genre horor, diharapkan mampu menarik perhatian. Pada semester I 2026, industri mencatat 48 juta penonton bioskop dengan pendapatan Rp2,64 triliun, dan target akhir tahun mencapai 100 juta penonton. Setiap film wajib melewati proses klasifikasi oleh Lembaga Sensor Film (LSF) sesuai UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, memastikan konten yang sesuai bagi penonton.

Juminten Edan hadir sebagai kontribusi baru dalam perfilman horor-drama Indonesia yang menggabungkan elemen psikologis dan supranatural. Dengan alur cerita yang menegangkan dan akting yang intens, film ini diharapkan memperkuat tren positif horor lokal di layar lebar. (mr/*)