PALU, DAILYKOTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai keagamaan tahunan. Momentum ini perlu menjadi pengingat bagi umat untuk memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, dan menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD , Muh. Hidayat Pakamundi, saat menghadiri Muhammad SAW dan Tasyakuran se- di Lapangan PS Gawalise , Jalan Malonda, Kelurahan Tipo, Kota Palu, Senin, 5 Oktober 2026.

hadir mewakili Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut juga dihadiri dan , Ketua TP-PKK, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat.

Menurut Hidayat, peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting untuk mengingat kembali ajaran Rasulullah SAW, terutama tentang akhlak mulia, persaudaraan, kepedulian, dan sikap saling menghormati.

Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya disampaikan dalam kegiatan keagamaan.

“Peringatan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta mengimplementasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hidayat.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Ulujadi yang menggelar kegiatan Maulid sekaligus tasyakuran. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini dapat mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Hidayat berharap masyarakat terus menjaga semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Baginya, meneladani Rasulullah juga berarti menghadirkan sikap santun, menjaga hubungan antarsesama, serta membangun kehidupan yang dilandasi nilai-nilai kebaikan.

Ia menegaskan, DPRD Sulawesi Tengah terbuka terhadap komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat, termasuk dalam menyerap aspirasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran se-Kecamatan Ulujadi berlangsung khidmat dengan suasana kebersamaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.*/hn