KOLONODALE, DAILYKOTA – Inovasi Gerobak Sayur Lapas Kolonodale dikembangkan sebagai media pembinaan kemandirian yang kini mendapat apresiasi dari Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah.
Program ini tidak hanya melatih keterampilan bertani namun juga memperkenalkan proses pemasaran sebagai bekal membangun usaha setelah bebas pada Senin (03/08).
Salah seorang pejabat Kanwil menyebut bahwa Gerobak Sayur Lapas Kolonodale menjadi contoh nyata pembinaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan warga binaan.
“Pembinaan harus menghasilkan perubahan yang nyata. Melalui program seperti Gerobak Sayur, warga binaan belajar mengelola usaha, memahami proses pemasaran, dan membangun rasa percaya diri,” kata Herman Mulawarman, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng.
Herman menilai program tersebut sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta mendukung ketahanan pangan nasional di bawah Kementerian Hukum dan HAM.
Ia mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah terus menghadirkan inovasi pembinaan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.
“Potensi yang dimiliki setiap UPT harus terus dikembangkan menjadi program yang berdampak. Ketika warga binaan memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman berwirausaha, peluang mereka untuk kembali produktif di tengah masyarakat akan semakin besar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Kolonodale, Bambang Hari Widodo, menegaskan kegiatan ini dirancang agar warga memahami seluruh proses usaha mulai budidaya hingga pemasaran hasil panen.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengelola lahan pertanian hingga menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami proses pemasaran hasil panen,” ujar Bambang.
Respons positif datang dari warga sekitar, salah satunya Ibu Siti yang rutin membeli sayuran karena kualitas segar dan harga terjangkau dari kebun lapas.
Selain itu, program Gerobak Sayur Lapas Kolonodale terus mendorong pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan namun juga membangun jiwa kewirausahaan warga binaan.
Diharapkan hasil pembinaan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui kemandirian ekonomi pasca bebas.