NTT, DAILYKOTA – Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08) pagi. Data terbaru BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia dan ratusan rumah rusak berat. Bantuan logistik 275 ton segera dikirim ke lokasi bencana.
Guncangan gempa Flores terasa hingga Bima (NTB) dan Kepulauan Selayar (Sulsel). Pusat gempa berada di kedalaman 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Aktivitas tektonik di zona sesar Flores Back-Arc Thrust diduga menjadi penyebabnya.
BNPB melalui situs resminya melaporkan kerusakan meliputi 157 rumah rusak berat, 87 fasilitas pendidikan, dan 18 unit kesehatan. Sebanyak 50 ribu paket bantuan darurat sudah dikirim dari Jakarta.
“Kaji cepat dampak gempa M7,7 di wilayah NTT masih terus dilakukan petugas gabungan. Lebih dari 40 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan,” kata Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data BNPB.
Gubernur NTT Melkianus Laka Lena menyatakan prioritas utama adalah keselamatan masyarakat. Evakuasi korban dan penyaluran bantuan dipercepat dengan dukungan TNI–Polri.
Di Kepulauan Selayar, tiga pos pengungsian didirikan di Pasirmarannu, Pasilambena, dan Takabonerate. Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko memastikan keamanan dan pertolongan bagi korban terus berjalan.
Bencana ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan gempa dan tsunami di kawasan rawan bencana. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci penanganan darurat.