, DAILYKOTA – Film keluarga inspiratif berjudul Istimewa garapan sutradara Ruben Adrian siap menyentuh hati penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Dibintangi Mathias Muchus dan Ajil Ditto, Film Istimewa ini mengangkat kisah hangat tentang pencarian sosok ayah oleh lima anak penyandang disabilitas, membawa pesan kuat mengenai keluarga dan penerimaan.

Produksi Kairos Film ini menampilkan Mathias Muchus sebagai Pak Mahendra, Ajil Ditto sebagai Bagas, serta Agus Kuncoro dan Salsabila Bella. Yang istimewa, lima anak penyandang disabilitas turut menjadi pemeran utama, memberikan otentisitas pada narasi Film Istimewa yang sarat makna.

Dengan estimasi biaya produksi mencapai Rp25 miliar, Film Istimewa disebut diangkat dari berbagai kisah nyata yang didengar langsung dari komunitas disabilitas. Durasi film sekitar 120 menit ini menjanjikan drama keluarga yang inspiratif dan penuh pesan mendalam.

Trailer dan poster resmi Film Istimewa telah dirilis pada 24 Juli 2026, memicu antusiasme tinggi dari publik, terutama komunitas disabilitas dan pemerhati film keluarga. Proyeksi ini menempatkan Film Istimewa sebagai salah satu tontonan wajib di paruh kedua tahun 2026.

“Film ini lahir dari berbagai kisah nyata yang kami dengarkan langsung dari teman-teman disabilitas. Kami berharap penonton merasakan bahwa dan keluarga dapat hadir melalui penerimaan, kasih sayang, serta orang-orang yang memilih untuk tetap bersama,” kata Ruben Adrian, Sutradara.

“Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan,” kata Mathias Muchus, Pemeran Pak Mahendra.

“Aku bangga bisa menjadi bagian dari Istimewa. Semoga film ini menjadi motivasi bagi teman-teman disabilitas untuk terus bangkit meraih mimpi dan membuktikan bahwa kami juga mampu berkarya,” kata Aldi, salah satu pemeran anak disabilitas.

Film Istimewa diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu disabilitas. Potensi dampaknya meluas hingga mendorong kebijakan inklusif di berbagai sektor, menegaskan pentingnya penerimaan dan kasih sayang dalam keluarga.*/hr