dailykota.com Donggala, Kasman Lassa, membuka secara resmi kegiatan di Desa Towale, Tengah, pada Kamis, 10 Agustus .

Kasman Lassa menjelaskan bahwa festival ini bertujuan menciptakan produk lokal dengan nilai lebih tinggi dan mempertahankan menenun sarung Donggala. Ia menegaskan komitmen pemerintah Kabupaten Donggala dalam melestarikan warisan budaya dan tradisi melalui sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pemerintah juga akan mengalokasikan modal usaha sebesar 600 juta rupiah untuk mendukung produksi Sarung yang khas.

“Pemerintah berencana memproduksi sarung Tenun Donggala di wilayah itu sendiri dan menjualnya langsung kepada masyarakat di . Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa sarung khas Donggala tetap menjadi bagian penting dari budaya lokal,” ujar Kasman.

Modal usaha tersebut berasal dari corporate social responsibility (). Dan akan di berikan kepada lebih dari 200 penenun lokal. Pemda akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Towale untuk melibatkan kelompok penenun dalam proses produksi dan pemasaran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Rustam Effendi menjelaskan bahwa pemberian modal usaha bertujuan meningkatkan kesejahteraan para penenun dan melestarikan warisan budaya tenun Donggala.

“Langkah ini di harapkan dapat mendorong dalam desain dan teknik penenunan. Sambil menarik minat generasi muda untuk berkontribusi dalam pelestarian seni tradisional tersebut,” kata Rustam.

Pembagian modal usaha di rencanakan akan menjadi bagian dari puncak acara Festival Tenun Donggala, yang juga akan merayakan Kabupaten Donggala yang ke-71. (hn/*)