JAKARTA, DAILYKOTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik empat pejabat pimpinan tinggi baru Kementerian ESDM untuk memperkuat agenda hilirisasi energi nasional, Rabu (5/8). Pelantikan ini mencakup mineral, migas, dan energi baru terbarukan di Gedung Chairul Saleh, Jakarta.
Empat pejabat yang dilantik antara lain Dr. Lana Saria sebagai Kepala Badan Geologi, Muhammad Ikhsan Kiat sebagai Kepala LEMIGAS, Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA Aceh, dan Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama sebagai Staf Ahli Hubungan Kelembagaan. Mereka bertugas mempercepat program strategis hilirisasi energi nasional.
Pelantikan ini didasarkan pada beberapa peraturan termasuk UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Target hilirisasi meliputi pembangunan smelter nikel, produksi bioavtur, dan konversi batubara menjadi DME.
“Pelantikan ini bagian dari upaya memperkuat kelembagaan Kementerian ESDM agar mampu menjawab tantangan sektor energi dan sumber daya mineral,” kata Bahlil Lahadalia dalam sambutannya.
Menteri ESDM menekankan pentingnya hilirisasi untuk kedaulatan energi. “Kita tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Hilirisasi harus menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan energi,” tegas Bahlil.
Badan Geologi akan fokus pada penyediaan data untuk pembangunan smelter dan mitigasi bencana. LEMIGAS diarahkan meningkatkan riset migas dan pengujian kualitas. Sementara BPMA Aceh akan mempercepat produksi migas dari Wilayah Kerja Andaman.
Nilai ICP per Juli 2026 tercatat USD 78 per barel atau sekitar Rp1,2 juta per barel dengan kurs Rp16.000/USD. Pelantikan pejabat baru ini diharapkan mendorong pencapaian target transisi energi dan net zero emission.*/hn