, DAILYKOTA menegaskan Danau bukan hanya sekadar keindahan alam, melainkan memiliki arti jauh lebih besar sebagai ‘kehidupan’ bagi seluruh masyarakat Sulawesi. Keberadaan Danau Poso dinilai berkaitan erat dengan kelestarian lingkungan, potensi , hingga kepentingan energi di wilayah tersebut.

Pandangan itu disampaikan Anwar Hafid saat menerima audiensi dari Aliansi Penjaga Danau Poso, aktivis, dan akademisi lingkungan di ruang kerjanya, Kamis, 3 September 2026. Pertemuan ini membahas percepatan pengembangan Danau Poso, dengan fokus pada upaya menjaga kelestarian kawasan tanpa menghilangkan ruang ekonomi masyarakat.

Anwar Hafid menilai pendekatan ini sangat penting, karena perlindungan lingkungan harus memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan warga. Jika geopark dapat membuat masyarakat menjadi lebih baik, ia yakin tidak ada pihak yang akan menolak inisiatif tersebut.

Danau Poso juga memegang peran vital dalam sistem kelistrikan di Sulawesi. Oleh karena itu, kelestarian kawasan ini tidak hanya menjadi kepentingan Pemerintah , tetapi juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan wilayah Sulawesi secara lebih luas.

Selain sektor energi, kawasan Danau Poso menyimpan potensi ekonomi melimpah dari sumber daya perairan, seperti sidat. Komoditas sidat memiliki siklus hidup unik yang menghubungkan perairan laut dan darat, sehingga perlu dikelola dari daerah asalnya agar manfaat ekonominya lebih banyak dirasakan masyarakat Poso.

Dalam konteks geopark, pengembangan kawasan tidak hanya bertumpu pada kondisi geologi. Tiga unsur utama, yaitu keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya, harus berjalan bersama. Ketiganya membentuk hubungan antara alam dan masyarakat di sekitar Danau Poso.

Kearifan lokal dan keterlibatan tokoh adat dipandang sangat penting. Nilai-nilai adat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki ruang untuk aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di sekitar Danau Poso.

Anwar Hafid mendorong agar proses pengembangan Geopark Nasional Indonesia Danau Poso segera dilanjutkan. Salah satu langkah mendesak adalah pembentukan badan pengelola di Kabupaten Poso. Sebanyak 24 situs di sekitar danau disebut telah memiliki Surat Keputusan (SK), sehingga dasar awal pengembangan kawasan sudah tersedia.

Anwar Hafid menyatakan bahwa siap mendorong komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Poso agar pembentukan tim geopark dapat segera direalisasikan. Ia juga menempatkan pelestarian Danau Poso sebagai bagian dari kepentingan strategis daerah.

Kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan strategis provinsi dan diusulkan untuk memperoleh status kawasan strategis nasional. Status ini diharapkan membuka peluang dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan Danau Poso.

Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian pada percepatan geopark sekaligus menjaga keberlanjutan Danau Poso.

“Insyaallah ini menjadi concern saya. Saya kira kita merealisasikan sehingga mudah-mudahan Danau Poso semakin berjaya ke depan dan juga bisa memberikan kehidupan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” kata Anwar Hafid.

Dengan pendekatan holistik ini, Geopark Danau Poso diharapkan tidak hanya menjadi konservasi, tetapi berkembang menjadi model yang mengintegrasikan perlindungan alam, budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.*/mn