, DAILYKOTA – Pemerintah Provinsi () menyiapkan pola pembinaan sepak bola usia muda berjenjang. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, dengan harapan munculnya talenta muda Sulteng .

Sulawesi Tengah, , menyampaikan target ambisius ini saat membuka Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah. Acara yang memperebutkan Piala Gubernur tersebut berlangsung di Lapangan Gawalise, Tipo, , pada Rabu, 02/09/2026.

Menurut Anwar, kompetisi usia muda tidak boleh sekadar menjadi tahunan yang hanya menentukan pemenang. Lebih dari itu, setiap pertandingan harus menjadi bagian dari sistem pembinaan komprehensif untuk menemukan dan mengembangkan pemain potensial sejak dini, membentuk talenta muda Sulteng PON 2028.

“Kita ingin mendapatkan pemain yang benar-benar lahir dari rahim Sulawesi Tengah sendiri, seperti Witan Sulaeman dan pemain-pemain lainnya yang mampu mengharumkan nama daerah,” kata Anwar Hafid.

Ia juga meminta Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) PSSI untuk aktif menggelar kompetisi serupa di wilayah masing-masing. Ini penting untuk mengidentifikasi talenta muda Sulteng PON 2028.

Dengan pola pembinaan berjenjang tersebut, para pemain terbaik dari 13 kabupaten dan kota diharapkan dapat terpantau dan bertemu dalam jenjang pembinaan berikutnya. Ini dinilai lebih efektif dalam mencari talenta muda Sulteng PON 2028 dibandingkan membentuk tim secara mendadak.

“Ke depan, pembinaan seperti yang kita lakukan hari ini harus dilakukan secara berjenjang,” tambahnya, menekankan pentingnya proses berkelanjutan untuk talenta muda Sulteng PON 2028.

Oleh karena itu, Anwar meminta KONI Sulawesi Tengah memberikan perhatian khusus terhadap cabang olahraga sepak bola. Pembinaan pemain muda harus diarahkan untuk menghasilkan yang mampu bersaing di level nasional, termasuk dalam persiapan menuju PON 2028.

Target tersebut tidak hanya mengejar keikutsertaan semata. Pemerintah Provinsi Sulteng berharap sepak bola dapat memberikan prestasi nyata dan menyumbangkan hasil positif bagi kontingen daerah, khususnya dari talenta muda Sulteng PON 2028.

Sebagai bentuk dukungan, Anwar juga menyatakan pemerintah provinsi akan memberikan pembinaan bagi tim Sulawesi Tengah yang nantinya tampil mewakili daerah pada kompetisi tingkat nasional.

Piala Soeratin tahun ini diikuti oleh 19 tim kelompok U-15 dan U-17. Kompetisi berlangsung dari tanggal 02 hingga 08 September 2026 di Lapangan Gawalise Tipo dan Lapangan Nunu.

Tim yang berhasil menjadi wakil Sulawesi Tengah akan mendapatkan kesempatan tampil pada kompetisi tingkat nasional di Bogor pada 12 September 2026. Anwar meminta para pemain memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk mental atlet yang tangguh, cikal bakal talenta muda Sulteng PON 2028.

“Bertandinglah dengan penuh sportivitas. Terus asah kemampuan, keahlian, dan skill,” pesannya.

Anwar menegaskan pembangunan sepak bola tidak boleh berhenti setelah turnamen berakhir. Pemerintah daerah, klub, sekolah, KONI, Askab, Askot, dan insan sepak bola perlu membangun kompetisi yang berkesinambungan.

Dengan demikian, Piala Soeratin diharapkan menjadi salah satu fondasi awal untuk membangun jalur pembinaan yang lebih teratur hingga level nasional. Dari proses ini, diharapkan muncul generasi baru pesepak bola Sulawesi Tengah yang mampu bersaing dan membawa nama daerah pada ajang yang lebih tinggi, mewujudkan target talenta muda Sulteng PON 2028.*/hn