CHENGDU, DAILYKOTA – Gubernur Sulawesi Tengah,  , mengajak Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, untuk memperkuat kerja sama dan investasi Sulawesi Tengah. Dalam pertemuan resmi di Kantor Pemerintah Provinsi Sichuan, Chengdu, pada Jumat, 24/07/2026, menawarkan tujuh peluang kerja sama strategis untuk mendorong percepatan ekonomi, hilirisasi industri, serta transfer teknologi di Bumi Tadulako.

Nilai investasi Tiongkok di Sulawesi Tengah hingga semester I 2026 mencapai sekitar Rp12,7 triliun, mayoritas di sektor dan smelter. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk lebih banyak investasi Sulawesi Tengah ke depan. menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,2% pada tahun 2026, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%. Pencapaian target ini sangat bergantung pada masuknya investasi Sulawesi Tengah, terutama dari sektor strategis.

Tujuh sektor prioritas yang ditawarkan mencakup hilirisasi industri dengan potensi ekspor Rp1,2 triliun per tahun, perdagangan komoditas unggulan seperti nikel, kakao, dan udang, serta pengembangan pertanian, peternakan, dan . Sektor-sektor ini diharapkan dapat menarik investasi Sulawesi Tengah yang berkelanjutan, menciptakan nilai tambah, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Selain itu, kerja sama juga ditawarkan dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia melalui dan pelatihan, pembangunan infrastruktur (jalan, pelabuhan, energi), serta pariwisata berkelanjutan di Danau dan Taman Nasional . Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjamin kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan penyediaan kawasan industri sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Hal ini menjadi komitmen untuk menciptakan iklim kondusif bagi investasi Sulawesi Tengah.

“Kami ingin membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, tidak hanya dalam bentuk investasi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata  Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.

“Sichuan menyambut baik tawaran kerja sama ini. Kami melihat Sulawesi Tengah memiliki potensi besar dalam industri hilir dan perdagangan internasional,” kata Mr. Zhang Dong Yun, Deputi Gubernur Provinsi Sichuan.

“Kami siap mendukung penuh iklim investasi yang kondusif, termasuk penyediaan kawasan industri dan fasilitas perdagangan,” kata Gufran Ahmad, Ketua KADIN Sulawesi Tengah.

Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari kerja sama Indonesia–China dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI), menegaskan posisi strategis Sulawesi Tengah sebagai simpul penting. Dengan potensi besar dan komitmen pemerintah daerah, Sulawesi Tengah diproyeksikan menjadi pusat investasi Sulawesi Tengah baru di Indonesia timur, dengan fokus pada hilirisasi nikel dan diversifikasi komoditas. */hn