MEDAN, DAILYKOTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono secara terbuka mengakui tanggung jawab penuh atas insiden keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Medan. Pernyataan ini disampaikan Sudaryono langsung ke keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Haji Medan, Sumatera Utara, pada Senin 17 Agustus 2026. Kasus keracunan MBG ini menewaskan kepercayaan publik dan memicu perdebatan tentang pengawasan program nasional yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sudaryono menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap kelalaian dalam pengelolaan keracunan MBG. Puluhan siswa dan anggota masyarakat di Medan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Investigasi laboratorium terhadap sampel makanan keracunan MBG masih berlangsung di bawah pengawasan Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan Sumatera Utara.
“Silakan marah ke saya. Bagi keluarga dan siapa pun terdampak, mereka berhak marah. Saya juga mengambil tanggung jawab atas kejadian ini,” kata Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.
BGN telah memutuskan menanggung seluruh biaya perawatan pasien korban keracunan MBG melalui anggaran program. Estimasi biaya perawatan di Rumah Sakit Umum Haji Medan berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per pasien, tergantung tingkat keparahan kondisi medis masing-masing korban. Komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang mengatakan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam Program Makan Bergizi Gratis.
“Tidak ada toleransi terhadap kelalaian. Jika ditemukan pelanggaran atau tindak pidana, proses hukum harus berjalan dan pelakunya wajib bertanggung jawab,” lanjut Sudaryono dalam pernyataannya yang viral di media sosial dengan 6.690 likes dan 1.773 komentar.
BGN telah melakukan suspend sementara terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan Program Makan Bergizi Gratis di Medan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan yang belum terpenuhi dalam kasus keracunan MBG ini. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan pengawasan lebih ketat di seluruh daerah.
Sudaryono juga menyampaikan empati kepada keluarga pasien dengan pendekatan personal. “Saya sebagai orang tua bisa merasakan betapa berat situasi ini bagi keluarga pasien. Keselamatan anak menjadi taruhannya,” ujar Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional. Perkataan ini mencerminkan komitmen BGN untuk tidak hanya mengatasi krisis keracunan MBG secara administratif, tetapi juga membangun kembali kepercayaan masyarakat Medan terhadap program pemerintah.
Kasus keracunan MBG di Medan menjadi sorotan publik yang kuat, dengan ribuan komentar di media sosial menuntut transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengolahan makanan. Pemerintah telah menjanjikan transparansi penuh dalam penyelidikan, termasuk hasil laboratorium yang akan diumumkan segera setelah proses verifikasi selesai.