Jakarta, DAILYKOTA – MVP Pictures siap merilis film horor terbaru, “Sihir Tanah Kubur”, yang diproduksi oleh Raam Punjabi dan disutradarai Jeropoint. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop nasional mulai 23 Juli 2026, mengangkat kisah teror supranatural yang dipicu oleh wasiat pemindahan makam ibu, dengan Ariyo Wahab dan Revaldo sebagai pemeran utama.
“Sihir Tanah Kubur” merupakan produksi terbaru dari MVP Pictures dengan durasi 86 menit yang menjanjikan ketegangan. Film horor ini akan membawa penonton menyelami dunia mistis dan konflik keluarga yang mendalam. Raam Punjabi, produser kenamaan, kembali menghadirkan karya yang diharapkan mampu memikat hati pecinta film horor.
Alur cerita film berpusat pada karakter Yusuf, seorang ustadz, yang diperankan oleh Ariyo Wahab. Ia harus menghadapi keputusan sang adik, Ashar (Revaldo), yang berkeras memindahkan makam ibu mereka sesuai dengan wasiat mendiang. Keputusan ini secara tidak terduga memicu serangkaian teror supranatural yang mengancam keluarga mereka.
“Film horor selalu punya tempat di hati penonton Indonesia. ‘Sihir Tanah Kubur’ kami hadirkan dengan cerita yang dekat dengan tradisi masyarakat,” kata Raam Punjabi, Produser.
Film “Sihir Tanah Kubur” telah lolos sensor Lembaga Sensor Film (LSF) dengan klasifikasi usia 17+. Dengan estimasi biaya produksi mencapai Rp15 miliar, MVP Pictures menargetkan 1 juta tiket bioskop terjual dalam dua minggu pertama penayangannya. Penayangan “Sihir Tanah Kubur” juga menjadi bagian dari tren kebangkitan film horor Indonesia di tahun 2026 ini.
“Kami ingin menghadirkan horor yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi emosional keluarga,” kata Jeropoint, Sutradara.
“Peran sebagai ustadz yang harus menghadapi dilema keluarga dan teror gaib adalah tantangan besar bagi saya,” kata Ariyo Wahab, Pemeran Yusuf.
Dengan paduan elemen mistis dan konflik keluarga yang mendalam, “Sihir Tanah Kubur” diproyeksikan menjadi salah satu film horor menonjol pada Juli 2026. Kehadiran Raam Punjabi sebagai produser dan tema tradisi pemakaman yang kental nuansa lokal, menjadikan karya ini layak dinantikan sebagai ikon horor Indonesia tahun ini.

