dailykota.com – Program BERANI Sehat milik terus menunjukkan capaian positif dalam memperluas akses bagi masyarakat. Hingga Juni 2026, program unggulan Gubernur Anwar Hafid itu telah memberikan perlindungan kesehatan kepada 1.583.774 warga melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun layanan Non Skema JKN.

Capaian tersebut di paparkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fatma A. Deu, saat menjadi narasumber dalam kegiatan penyampaian Program BERANI yang di gelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Senin, 6 Juli 2026.

Fatma menjelaskan, Program BERANI Sehat merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, merata, dan berkualitas.

“Hingga Juni 2026, jumlah peserta BERANI Sehat mencapai 1.583.774 jiwa. Angka ini terus meningkat di bandingkan awal tahun dan menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah memperoleh perlindungan kesehatan,” ujar Fatma.

Ia mengungkapkan, dari total peserta tersebut, 1.402.199 jiwa atau 88,5 persen merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), sedangkan 181.575 jiwa atau 11,5 persen berasal dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang iurannya di tanggung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Fatma, jumlah peserta BERANI Sehat bertambah 55.120 jiwa atau meningkat sekitar 3,6 persen dibandingkan Januari 2026. Peningkatan terbesar berasal dari segmen PBPU Provinsi yang bertambah sekitar 44.217 peserta.

Selain memperluas kepesertaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus memperkuat dukungan pembiayaan. Selama periode Januari hingga Juni 2026, realisasi anggaran Program BERANI Sehat mencapai Rp52,42 miliar.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp35,59 miliar di alokasikan untuk pembiayaan peserta PBPU Provinsi, sedangkan Rp16,83 miliar di gunakan membiayai peserta PBI.

Fatma menambahkan, Kabupaten Moutong menjadi daerah dengan realisasi pembiayaan tertinggi mencapai Rp9,17 miliar, di susul Kabupaten Sigi, Kota Palu, , dan Kabupaten Banggai.

Tak hanya melalui skema JKN, BERANI Sehat juga memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di luar cakupan BPJS melalui Program Non Skema JKN.

Sepanjang 2025, program tersebut telah membantu 420 pasien dengan nilai klaim mencapai Rp2,35 miliar. Sementara hingga April 2026, sebanyak 191 pasien telah memperoleh bantuan pembiayaan dengan total klaim sekitar Rp720,6 juta.

“Layanan Non Skema JKN di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetapi belum dapat di jamin melalui mekanisme JKN. Sehingga mereka tetap mendapatkan akses pelayanan yang di butuhkan,” jelas Fatma.

Ia menegaskan, Program BERANI Sehat tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap .

Menurutnya, semakin mudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan, semakin tinggi pula produktivitas masyarakat. Program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, mendukung pertumbuhan , menekan angka , serta memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

Selain itu, berbagai indikator kesehatan juga menunjukkan tren positif, mulai dari meningkatnya angka harapan hidup, menurunnya angka kematian ibu dan bayi, hingga semakin baiknya pengendalian penyakit.

“BERANI Sehat menjadi salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan agar manfaat program ini semakin di rasakan masyarakat,” tutup Fatma.

Program BERANI Sehat merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung visi . Dengan memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan secara merata dan berkelanjutan. hn