dailykota.com DONGGALA – Sebanyak 300 santri asal Sulawesi Tengah (Sulteng) di berangkatkan secara gratis menuju pondok di Pulau Jawa, berkat dukungan dari MPR RI, A.M. Akbar Supratman. Mereka menaiki V yang bertolak dari Pelabuhan Donggala menuju Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 11 2025.

Dalam acara , Akbar menegaskan bahwa keberangkatan para santri ini membawa semangat perjuangan , Syekh Idrus Ramli (SIS) Al Jufri. Tokoh pendidikan Sulawesi Tengah yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan di kawasan tersebut.

“Adik-adik santri membawa semangat Guru Tua untuk menimba ilmu. Insya Allah, kalian akan sukses dunia dan akhirat. Setelah selesai belajar, kembalilah dan bangun kembali tanah kelahiran kita,” ujar Akbar dalam sambutannya di pelabuhan.

Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, turut hadir dalam pelepasan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan Wakil Ketua MPR yang di nilai memberikan kemudahan luar biasa bagi para santri dan keluarganya.

“Keberangkatan tahun ini terasa istimewa karena di fasilitasi langsung oleh Wakil Ketua MPR. Ini bentuk perhatian luar biasa terhadap pendidikan,” kata Taufik.

Ia juga mengajak para santri dan orang tua untuk mendoakan Akbar dalam perjalanannya sebagai tokoh politik nasional.

Akbar mengungkapkan, gagasan ini muncul secara spontan saat dirinya ikut bersama warga dari Surabaya beberapa waktu lalu. Saat itu, ia menerima keluhan soal tingginya biaya tiket kapal.

Setelah berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak KM Dharma Kencana, ia berhasil mendapatkan potongan tiket sebesar 15 persen, naik dari sebelumnya hanya 8 persen.

Tak di sangka, ide tersebut mendapat dukungan dari seorang dermawan yang bersedia menanggung seluruh biaya perjalanan santri. Sehingga mereka bisa berangkat tanpa di pungut biaya.

“Alhamdulillah, dengan sama berbagai pihak, adik-adik santri akhirnya bisa kembali ke pesantren tanpa harus memikirkan ongkos,” kata Akbar.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Dharma Lautan Utama yang telah mempermudah proses pemberangkatan.

Salah satu santri, Akmal, yang belajar di sebuah pesantren di Magelang, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa balik ke pondok tanpa biaya. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya,” ujarnya singkat. *