, DAILYKOTA – Sudaryono, politisi muda dan mantan Wakil Menteri Pertanian, resmi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional (BGN) pada 22 Juli 2026 di Istana Negara, Jakarta. Sudaryono Kepala ini bertujuan memperkuat implementasi program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 78/P Tahun 2026.

Sudaryono, yang genap berusia 41 tahun, dikenal memiliki rekam jejak akademis dan profesional yang impresif. Pria kelahiran Grobogan, , pada 23 Januari 1985 ini adalah anak yang meniti karier dari asisten pribadi Prabowo Subianto hingga menduduki berbagai posisi strategis. Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional diharapkan membawa angin segar bagi program gizi nasional.

Latar belakang pendidikannya sangat beragam, mulai dari SMA Taruna Nusantara sebagai lulusan terbaik, dilanjutkan dengan gelar sarjana Teknik Mesin dari National Defense Academy of Japan. Ia kemudian meraih Magister Manajemen & MBA dari Swiss German University, serta gelar Doktor Manajemen Bisnis dengan IPK 4,00 dari Institut Pertanian Bogor. Keilmuan ini menjadi modal penting bagi Kepala Badan Gizi Nasional dalam menjalankan tugasnya.

Sebelum menjadi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah dan pernah mengemban berbagai posisi korporat seperti CEO Garuda TV dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma. Pengalamannya yang luas di sektor publik dan swasta akan sangat relevan dalam memimpin Badan Gizi Nasional. Posisi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional adalah puncak karier yang strategis.

“Saya berasal dari keluarga petani. Amanah ini adalah kesempatan untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapat gizi yang layak,” kata Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional, usai pelantikan.

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya terhadap sosok Sudaryono. “Sudaryono adalah sosok yang sejak awal mengikuti . Saya percaya beliau mampu memimpin BGN dengan baik,” kata Prabowo Subianto.

Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono memiliki tugas besar mengawal program MBG yang menargetkan 82 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp120 triliun pada APBN 2026. Fokus kerjanya meliputi distribusi makanan bergizi, pengawasan tata kelola, dan pemberdayaan petani/peternak lokal. Keberadaan Sudaryono di pucuk pimpinan BGN diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target tersebut.

Unifah Rosyidi, Ketua PGRI, juga menyampaikan harapannya. “Kami berharap Kepala BGN baru segera memperkuat tata kelola program MBG agar lebih transparan dan akuntabel,” kata Unifah Rosyidi. *