JAKARTA, DAILYKOTA – Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, dijatuhi sanksi Shin Tae-yong KFA berupa larangan beraktivitas di sepak bola domestik Korea Selatan selama 10 tahun oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) pada 23 Juli 2026 setelah kontroversi saat menangani klub Ulsan HD. Namun, keputusan ini tidak menghalangi kiprahnya sebagai pelatih Persija Jakarta dan Timnas Indonesia. Komite Disiplin KFA menetapkan hukuman ini setelah Shin Tae-yong diduga melakukan pelanggaran etika, termasuk konflik internal dengan pemain dan metode kepelatihan yang dianggap ketinggalan zaman. Sanksi Shin Tae-yong KFA berlaku efektif mulai 2026 hingga 2036, melarangnya memimpin tim atau terlibat dalam kompetisi domestik Korea Selatan.Menanggapi keputusan tersebut, Shin Tae-yong menyatakan adanya banyak aspek yang menurutnya tidak adil. Ia mengaku tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas tindakan disiplin tersebut, yang ia nilai bisa melukai para pemain jika ia berbicara lebih jauh.Meski menghadapi sanksi Shin Tae-yong KFA di negara asalnya, karier Shin Tae-yong di Indonesia tidak terpengaruh. Ia resmi ditunjuk sebagai pelatih Persija Jakarta untuk musim Liga 1 2026/27. Pihak Persija Jakarta memberikan dukungan penuh agar pelatih ini fokus membawa Macan Kemayoran meraih prestasi dan target juara.Selain itu, Shin Tae-yong juga tetap berperan penting dalam persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Sebanyak 26 pemain resmi telah dipanggil untuk skuad AFF Cup 2026. PSSI menghormati keputusan KFA, namun menegaskan bahwa Shin Tae-yong memiliki peran krusial dalam pembangunan sepak bola nasional.Seorang pemain Ulsan HD yang enggan disebut namanya, seperti dikutip media Korea, mengatakan, “Cara didik Shin Tae-yong ketinggalan zaman. Kami merasa tidak nyaman dengan metode yang diterapkan.” Sementara itu, seorang pejabat Komite Disiplin KFA menyatakan, “Kami baru-baru ini mengadakan rapat Komite Disiplin KFA dan memutuskan untuk mengambil tindakan disiplin terhadap mantan pelatih Ulsan HD, Shin Tae-yong.””Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil. Saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi para pemain saya bisa terluka jika saya berbicara dan suasana sepak bola domestik tidak baik,” kata Shin Tae-yong, pelatih Persija Jakarta. Ia menambahkan, “Saya tengah mempertimbangkan akan mengajukan banding atas tindakan disiplin tersebut.”Publik Indonesia secara umum menilai reputasi Shin Tae-yong tidak sepenuhnya terpengaruh oleh sanksi Shin Tae-yong KFA, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap Timnas Indonesia. Persija Jakarta pun optimistis di bawah asuhan pelatih ini untuk kembali bersaing di papan atas Liga 1 dan meraih gelar juara.*/ar