, DAILYKOTA – Rupiah menguat ke posisi Rp17.792 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penguatan rupiah ini mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas fundamental nasional dan menjadi momentum positif di tengah perayaan kemerdekaan.

Penguatan rupiah menguat sebesar 0,34% dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya yang berada di Rp17.853 per dolar. Kurs jual bank umum rata-rata mencapai Rp17.820 per dolar, sementara kurs beli berada di Rp17.760 per dolar. Rupiah menguat setelah mengalami pelemahan di awal Agustus yang sempat menyentuh Rp18.050 per dolar, kini berhasil kembali ke level yang lebih kuat.

Penguatan rupiah menguat didorong oleh sejumlah faktor positif, termasuk intervensi Bank Indonesia di pasar spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF). Selain itu, aliran masuk asing ke pasar obligasi pemerintah turut memperkuat posisi rupiah. Investor asing mencatat net buy di pasar obligasi sebesar Rp1,2 triliun pada pekan kedua Agustus.

Indeks dolar Amerika Serikat melemah ke level 103,4, terendah dalam dua minggu terakhir, akibat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada kuartal IV 2026. Data Amerika menunjukkan penurunan ke 2,6% year-on-year, memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed yang turut mendorong rupiah menguat.

Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun turun ke 6,47%, menandakan peningkatan permintaan investor asing terhadap instrumen utang pemerintah Indonesia. Momentum ini juga didukung oleh komitmen pemerintah untuk menjaga defisit APBN 2026 tetap di bawah 2,8% dari PDB, sehingga menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal nasional.

Cadangan devisa Indonesia per Juli 2026 tercatat sebesar 147,2 miliar dolar atau setara dengan Rp2.617 triliun, cukup untuk membiayai 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Volume transaksi valas harian di pasar spot mencapai 1,23 miliar dolar atau sekitar Rp21,9 triliun pada pagi hari 17 Agustus 2026.

“Penguatan rupiah hari ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Momentum menjadi simbol optimisme nasional,” kata Destry Damayanti, Deputi Senior .

Wakil Menteri Rachmat Kaimuddin juga menekankan komitmen pemerintah terhadap stabilitas nilai tukar. “Stabilitas nilai tukar adalah prioritas pemerintah. Kami terus menjaga koordinasi dengan BI agar volatilitas tetap terkendali,” ujarnya.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menganalisis bahwa penguatan rupiah menguat didorong oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. “Rupiah mendapat dorongan dari pelemahan dolar AS dan sentimen positif terhadap arah kebijakan fiskal yang pro-investasi,” tambahnya.

Bank Indonesia memastikan tidak ada tekanan likuiditas di pasar uang antarbank, dengan suku bunga JIBOR overnight tetap stabil di 5,25%. Pemerintah menegaskan akan terus menjaga defisit APBN 2026 di bawah 2,8% dari PDB untuk mendukung stabilitas makroekonomi Indonesia ke depan.