dailykota.com , Anwar Hafid, menegaskan pentingnya integrasi nilai spiritual dalam sistem pendidikan saat membuka retret kepala sekolah di , Sabtu, 4 2026.

Dalam arahannya, Anwar menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan sumber keberkahan yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, penguatan pendidikan di harus berjalan seiring dengan kedekatan masyarakat terhadap rumah ibadah. Ia meyakini, nilai spiritual yang tumbuh dari masjid akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral.

“Masjid adalah pusat keberkahan. Jika dimakmurkan, dampaknya akan terasa dalam kehidupan, termasuk di dunia pendidikan,” ujarnya.

juga mendorong para kepala sekolah untuk menghadirkan pendekatan pendidikan berbasis akhlak di lingkungan sekolah. Ia meminta agar aktivitas keagamaan, seperti salat berjamaah, menjadi bagian dari keseharian siswa.

Anwar menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi harus menitikberatkan pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keimanan.

“Bangun kebiasaan positif di sekolah. Ajak siswa dekat dengan masjid dan nilai-nilai agama,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan pendidikan, khususnya terkait perilaku siswa, tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan rasional. Peran doa dan spiritualitas, menurutnya, menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Selain itu, Anwar menolak praktik kekerasan dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang mengedepankan keteladanan, akhlak, dan doa jauh lebih efektif dalam mendidik siswa.

“Tidak ada pendidikan dengan kekerasan. Yang ada adalah pendidikan dengan akhlak dan doa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar turut memperkuat Mengaji” sebagai langkah strategis mendekatkan masyarakat, khususnya , dengan Al-Qur’an. Program ini di harapkan menjadi fondasi dalam membangun generasi unggul yang berkarakter.

kepala sekolah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan visi “Sulteng Berkah”, yakni pembangunan daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara spiritual.

Anwar optimistis, sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan akan membawa masa depan pendidikan di Sulawesi Tengah ke arah yang lebih baik.

“Pendidikan kita akan maju jika di mulai dari penguatan nilai spiritual, dari masjid dan rumah ibadah,” pungkasnya.