PALU, DAILYKOTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berkomitmen mengatasi tantangan biaya pendidikan tinggi melalui Program BERANI CERDAS, bagian dari visi pemerintahan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido periode 2025-2030. Program ini bertujuan memberikan dukungan pembiayaan pendidikan yang luas bagi pelajar dan mahasiswa, memastikan akses pendidikan bagi masyarakat.
Program BERANI CERDAS tidak hanya menyasar jenjang S1, tetapi juga diperluas hingga S2, S3, dokter spesialis, serta bantuan penyelesaian studi. Dukungan ini diberikan sesuai dengan ketentuan penerima manfaat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Data dari program menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 23.569 mahasiswa telah menerima bantuan biaya kuliah dengan total anggaran lebih dari Rp84 miliar. Angka ini mencerminkan komitmen Pemprov Sulteng terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penerima bantuan Program BERANI CERDAS berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sulteng. Universitas Tadulako menjadi salah satu penerima terbesar dengan 10.768 mahasiswa, berdasarkan hasil validasi yang diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah pada Januari 2026.
Sementara itu, 2.173 mahasiswa UIN Datokarama Palu telah masuk daftar tunggu pencairan bantuan. Proses validasi dan rekapitulasi masih terus berjalan untuk mahasiswa di perguruan tinggi lain, termasuk kampus swasta di Sulteng dan mahasiswa asal Sulteng yang berkuliah di luar daerah.
Jemmy, salah seorang orang tua siswa dari Kabupaten Banggai, mengungkapkan apresiasinya terhadap Program BERANI CERDAS. Menurutnya, program ini membuka peluang lebih besar bagi keluarga dengan ekonomi terbatas untuk menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.
“Jadi orang tua tidak perlu lagi berpikir biaya sekolah dan kuliah bagi anak-anaknya, khusus yang ekonominya masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4,” kata Jemmy, Kamis, 3 September 2026.
Ia menambahkan, bantuan biaya pendidikan memungkinkan orang tua untuk lebih fokus mendukung anak menyelesaikan studi. Namun, Jemmy juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap proses belajar siswa dan mahasiswa agar bantuan tersebut tepat guna.
“Tinggal anak-anak kita dipantau, diawasi agar benar-benar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi putra-putri daerah ini putus sekolah hanya karena biaya pendidikannya terbatas,” ujarnya.
Selain bantuan untuk mahasiswa, Pemprov Sulteng juga mengimplementasikan skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Firmanza DP, menjelaskan bahwa BOSDA berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta.
“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng ada sekitar 453 sekolah, tidak memakai desil,” jelas Firmanza.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia adalah fokus utama pemerintahannya. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat signifikan bagi individu dan kemajuan daerah melalui peningkatan kualitas SDM. Program BERANI CERDAS sejalan dengan visi ini.
Program ini juga berjalan beriringan dengan BERANI SEHAT, yang menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat sesuai mekanisme program pemerintah daerah. Bagi keluarga penerima manfaat, keberlanjutan Program BERANI CERDAS adalah harapan utama, agar bantuan pendidikan konsisten hingga mahasiswa menyelesaikan studi.
Dengan demikian, Program BERANI CERDAS bukan hanya dinilai dari jumlah penerima, tetapi juga dari kemampuannya untuk memastikan anak-anak Sulawesi Tengah tetap berada di jalur pendidikan hingga tuntas.