SEMARANG, DAILYKOTA meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang pada Kamis, 30 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berhasil melestarikan warisan sejarah sekaligus memperkuat transformasi transportasi nasional melalui revitalisasi stasiun bersejarah.

Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang telah rampung dalam waktu 330 hari. Bangunan berusia 112 tahun ini mengalami pembaruan fasad depan, hall utama, serta pengembalian tampilan sisi barat dan timur sesuai bentuk aslinya. Pemulihan ornamen bersejarah menjadi fokus utama dalam revitalisasi Stasiun Semarang Tawang ini, menunjukkan komitmen terhadap pelestarian.

“Kita ubah kesan Indonesia. Indonesia harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada berserakan. Tidak boleh ada gedung yang tidak terawat. Tidak boleh ada karat di mana-mana. Kita harus ubah, dan kita bisa mengubahnya,” kata .

Presiden juga menyoroti peran penting kereta api dalam dan transportasi masa depan. Ia menegaskan agenda pemerintah untuk mengembangkan transportasi berbasis , sejalan dengan transisi energi nasional. Visi ini akan diterapkan pada berbagai sektor, termasuk perkeretaapian, yang akan menjadi tulang punggung konektivitas nasional setelah revitalisasi Stasiun Semarang Tawang.

“Kereta api adalah bagian penting dalam pariwisata, transportasi, dan masa depan. Kita ingin semuanya berbasis listrik. Kita akan membangun energi hijau, energi terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kita akan berbasis listrik,” kata Subianto.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengungkapkan rencana pembangunan jaringan Trans Sumatra Railway dan Trans Kalimantan sebagai tulang punggung konektivitas nasional. Proyek-proyek ini menunjukkan positioning strategis perkeretaapian sebagai sektor vital dalam transportasi dan pariwisata. Pengembangan infrastruktur ini melengkapi upaya seperti revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dalam mewujudkan transportasi modern yang berkelanjutan.

“Indonesia negara besar. Indonesia negara kuat. Indonesia negara makmur. Kita buktikan Indonesia menghadapi masa depan dengan optimistis, dengan gembira, dengan semangat, tanpa melupakan sejarah,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Agenda revitalisasi Stasiun Semarang Tawang ini menjadi simbol integrasi pelestarian sejarah dengan modernisasi transportasi. Langkah ini bukan hanya menjaga identitas bangsa melalui bangunan bersejarah, tetapi juga memperkuat visi Indonesia sebagai negara yang indah, lestari, dan maju di masa depan.