dailykota.com PALU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) untuk mempercepat pelaksanaan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan pemasangan kWh meter gratis bagi masyarakat kurang mampu pada Tahun Anggaran 2026.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Dinas ESDM Sulawesi Tengah, Senin, 6 April 2026, dengan melibatkan jajaran PT PLN (Persero) UP3 Palu, UP3 Luwuk, dan UP3 Tolitoli.
Pertemuan itu menjadi langkah awal penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Sulteng dan PLN guna memastikan program elektrifikasi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Fokus utama pembahasan mencakup sinkronisasi data penerima manfaat, mekanisme verifikasi lapangan, standar instalasi, hingga jadwal pemasangan di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah Arfan menegaskan bahwa program BPBL tidak sekadar menghadirkan sambungan listrik baru, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini bukan hanya soal memasang listrik di rumah warga, tetapi bagaimana menghadirkan akses energi yang adil bagi masyarakat. Listrik akan membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan membantu mengurangi kesenjangan layanan dasar,” ujarnya.
Menurutnya, masih terdapat masyarakat di sejumlah wilayah yang membutuhkan akses listrik memadai, sehingga kolaborasi dengan PLN menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan layanan energi.
Pihak PLN juga menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut melalui penguatan koordinasi teknis di lapangan agar proses pemasangan dapat berjalan sesuai target.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap program BPBL 2026 mampu meningkatkan rasio elektrifikasi daerah sekaligus memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan akses energi yang lebih merata hingga ke wilayah pelosok Sulawesi Tengah.